Relawan Ungkap Proses Temukan Jasad Syafiq di Gunung Slamet: Ubah Rute, Ada Barang Tercecer
Relawan mengisahkan proses pencarian pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin (29/12/2025).
Syafiq dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, pada Sabtu (27/12/2025).
Tim SAR sempat memutuskan menghentikan operasi pencarian Syafiq pada Senin (5/1/2026).
Meski begitu, proses pencarian tetap dilakukan oleh sejumlah relawan atas dasar kemanusiaan.
Upaya relawan membuahkan hasil setelah jasad Syafiq ditemukan di lereng puncak selatan Gunung Slamet di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden pada Rabu (14/1/2026).
Upaya Relawan Temukan Jasad Syafiq di Gunung Slamet
Salah satu relawan SAR gabungan, Arie Afandi, mengungkapkan bahwa tim memutuskan mengubah jalur pencarian pada Senin (12/1/2026) untuk mencari tanda-tanda keberadaan Syafiq.
Perubahan rute dilakukan setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kronologi pendakian korban.
Sebelumnya, pencarian tahap pertama difokuskan di jalur Dipajaya dan Bambangan.
"Hasilnya kami memutuskan untuk menggeser pencarian ke jalur Gunung Malang, karena berdasarkan evaluasi dan analisis kronologi mereka berpisah di area punggungan itu," ujar Arie dikutip dari TribunBanyumas, Kamis (15/1/2026).
Setelah mengubah rute pencarian, tim mulai menemukan titik terang ketika mendapati beberapa barang milik korban.
Barang-barang yang ditemukan antara lain dompet, senter, tongkat pendakian, jas hujan berwarna hijau, hingga emergency blanket.
"Barang-barang itu ditemukan di titik koordinat yang tidak jauh dari lokasi terakhir survivor berpisah dengan rekannya," lanjutnya.
Petunjuk tersebut kemudian mengarahkan tim SAR gabungan yang berjumlah sekitar 24 orang untuk menyusuri jalur Sungai Lembarang.
Jalur tersebut dikenal memiliki medan berat dengan dominasi bebatuan besar dan kontur terjal.
Setelah dilakukan penyisiran intensif, relawan akhirnya menemukan Syafiq di balik bebatuan, dekat area terbuka di pinggir jurang.
“Berdasarkan informasi yang diterima relawan di lapangan, Syafiq ditemukan dalam kondisi badan telungkup,” katanya.
Syafiq Diduga Alami Hipotermia
Sementara itu, Basarnas menduga Syafiq mengalami hipotermia atau kedinginan ekstrem selama berada di gunung.
Dugaan tersebut disampaikan Komandan Tim Basarnas Jawa Tengah, Andika, setelah jasad korban ditemukan.
“Kondisi celana korban sudah terlepas dari badan pendaki saat ditemukan,” katanya, dikutip dari , Kamis (14/1/2026).
Andika menjelaskan, jenazah Syafiq ditemukan di kawasan Pos 9, area Watu Langgar, tidak jauh dari lokasi terakhir Himawan berhasil bertahan sebelum dievakuasi dalam kondisi selamat.
Proses evakuasi dilakukan melalui jalur timur Dipajaya dengan melibatkan tim Basarnas Jawa Tengah dan relawan gabungan.
“Pendaki bernama Syafiq ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini evakuasi oleh Basarnas dan tim relawan sedang dilakukan,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang