111 Personel SAR Dikerahkan untuk Cari Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet
Seorang pelajar bernama Syafiq Ali dilaporkan hilang di kawasan Gunung Slamet. Hingga Sabtu (3/1/2026), tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif.
Sebanyak 111 personel dikerahkan untuk memperluas area pencarian hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir korban.
Upaya ini dilakukan meski pencarian dihadapkan pada cuaca ekstrem di kawasan puncak Gunung Slamet.
Area Pencarian Diperluas hingga Radius 5 Kilometer
Komandan Posko Pencarian di Basecamp Dipajaya, Dani Fitra Maulana, menyampaikan bahwa jumlah personel yang terlibat dalam operasi pencarian terus ditingkatkan.
Hingga hari ini, total personel yang dikerahkan mencapai 111 orang.
"Jumlah total personel sampai hari ini sebanyak 111 orang. Untuk area pencarian, kami perluas hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir korban yang sebelumnya berhasil dievakuasi," ujar Dani.
Perluasan area pencarian dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban di tengah kondisi alam yang sulit diprediksi.
Pembagian Empat SRU untuk Fokus Pencarian
Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).
Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan penyisiran di titik-titik strategis.
"Empat SRU kami sebar. SRU pertama di area Pos Pelawangan hingga jalur Gunung Malang. SRU kedua di area Pos 6 sampai Pos 5. SRU ketiga dari Pos 6 ke arah Basecamp Cemoro Sakti," jelas Dani.
"Sementara SRU keempat melakukan penyisiran dari Pos 4 menuju Pos 3," lanjutnya.
Harapan Korban Segera Ditemukan
Dani berharap dukungan dan doa dari masyarakat dapat membantu kelancaran operasi pencarian yang masih berlangsung.
"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat, semoga survivor dapat segera kami temukan," pungkas Dani.
Cuaca Ekstrem Jadi Kendala Utama
Rescuer Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika Hengki, mengatakan pencarian terus dilakukan meski kondisi cuaca di kawasan puncak Gunung Slamet kurang bersahabat.
"Tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, sementara kondisi cuaca ekstrem di kawasan puncak menjadi kendala utama dalam proses pencarian."
"Untuk update pencarian sampai hari ini, hasilnya masih nihil. Kendala utama yang kami hadapi adalah cuaca di atas yang sering terjadi badai," ujar Handika.
Meski demikian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya tetap melakukan penyisiran secara bertahap dengan memperhatikan faktor keselamatan.
"Kami tetap melakukan pencarian sesuai prosedur dan mempertimbangkan kondisi cuaca. Keselamatan tim juga menjadi prioritas utama," tambahnya.
Polisi Pastikan Seluruh Tim Masih di Atas Gunung
Kapolsek Pulosari, Iptu Bambang Hadi Busono, memastikan seluruh personel SAR masih berada di area atas gunung untuk melakukan pencarian.
"Sampai saat ini korban belum diketemukan. Namun pencarian tetap dilakukan dengan melibatkan 111 personel Tim SAR."
"Seluruh tim masih berada di atas untuk melakukan penyisiran," ujar Iptu Bambang.
Ia menambahkan, pencarian difokuskan pada jalur pendakian serta area di luar jalur yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
"Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, proses pencarian tetap dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan personel," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul “Pelajar Hilang di Gunung Slamet, Pencarian Libatkan 111 Personel dan Diperluas hingga 5 Kilometer”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang