Kisah Ketegaran Dani Rusman, Ayah Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet

Syafiq ali, Gunung Slamet, Kisah Ketegaran Dani Rusman, Ayah Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet, Ayah Kisahkan Pendakian Terakhir yang Tak Pernah Direncanakan, Pesan dan Harapan Seorang Ayah, Ayah Syafiq Apresiasi untuk Tim SAR dan Warga, Ayah Syafiq Tutup Prasangka Terhadap Himawan, Prosesi Pemakaman Syafiq Ali di Magelang

Suasana duka masih menyelimuti jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, Purbalingga, pada Kamis (15/1/2026).

Kabut tebal dan udara dingin yang biasanya sunyi mendadak dipenuhi warga yang datang untuk menyambut jenazah pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razhan.

Syafiq ali ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama 15 hari saat melakukan pendakian bersama sahabatnya di gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Di balik keramaian itu, tersimpan kisah Dani Rusman, seorang ayah yang tak pernah berhenti berharap anaknya bisa ditemukan dalam kondisi apapun.

Dani yang menunggu kabar dari sang anak memilih merawat duka dengan doa, ikhtiar, dan keikhlasan.

Selama proses pencarian, ia terus mengikuti setiap perkembangan meski harus menghadapi ketidakpastian.

Bagi Dani, peristiwa ini menjadi perjalanan batin yang panjang sekaligus ujian keikhlasan.

Setelah jasad anaknya ditemukan, ia juga menegaskan menerima kepergian putranya sebagai musibah dan kecelakaan murni.

Ayah Kisahkan Pendakian Terakhir yang Tak Pernah Direncanakan

Dani menceritakan bahwa sang anak, Syafiq bukanlah pendaki berpengalaman.

Gunung Andong menjadi pendakian pertamanya sebelum kemudian Gunung Slamet menjadi gunung kedua sekaligus terakhir yang didaki.

Bahkan, keberangkatan Syafiq ke Gunung Slamet tidak sepenuhnya direncanakan, karena semula rencana pendakian mengarah ke Gunung Sumbing.

“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani, Kamis (15/1/2026).

Namun, di tengah perjalanan rencana itu berubah dan Syafiq justru menuju Gunung Slamet.

Kepada ibunya, Syafiq sempat mengirim pesan singkat yang kemudian menjadi kenangan paling pilu.

"Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet," tulis Syafiq.

Pesan tersebut menjadi isyarat terakhir bahwa langkah Syafiq berada di jalur yang tidak ia rencanakan sebelumnya.

Dani mengaku sejak hari pertama sang anak dinyatakan hilang, dirinya terus berikhtiar, mulai menyusuri informasi di internet hingga mendatangi basecamp demi basecamp.

“Segala macam cara kami lakukan. Tapi mungkin Allah saat itu belum menunjukkan kekuasaan-Nya. Alhamdulilah Allah menunjukkan jalan sehingga Syafiq bisa ketemu," katanya.

Syafiq ali, Gunung Slamet, Kisah Ketegaran Dani Rusman, Ayah Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet, Ayah Kisahkan Pendakian Terakhir yang Tak Pernah Direncanakan, Pesan dan Harapan Seorang Ayah, Ayah Syafiq Apresiasi untuk Tim SAR dan Warga, Ayah Syafiq Tutup Prasangka Terhadap Himawan, Prosesi Pemakaman Syafiq Ali di Magelang

Kasat Reskrim Polres Purbalingga (kanan) berkordinasi dengan keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan (18) pendaki asal Magelang yang ditemukan meninggal di Gunung Slamet, Kamis (15/1/2026).

Pesan dan Harapan Seorang Ayah

Bagi Dani, kejadian ini menjadi pengingat bagi siapa pun yang hendak mendaki gunung.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya lirih.

Ia berharap Syafiq menjadi pendaki terakhir yang harus pergi dengan cara seperti ini.

Selama 15 hari pencarian, keluarga tidak tinggal diam.

Ayah Syafiq Apresiasi untuk Tim SAR dan Warga

Di tengah duka, Dani menyampaikan rasa terima kasih kepada tim SAR gabungan, relawan, dan warga Desa Clekatakan yang membantu pencarian tanpa pamrih.

“Mereka luar biasa. Naik turun gunung siang malam, hujan badai, tanpa pandang bulu. Semua ikhlas membantu mencari anak kami,” ucapnya.

Keluarga juga memutuskan tidak melakukan otopsi. Dani menegaskan keputusan tersebut diambil karena meyakini Syafiq meninggal akibat kecelakaan.

“Kami hanya ingin tahu perkiraan waktu meninggalnya anak kami, supaya bisa menentukan hari tahlil. Itu saja,” jelasnya.

Ayah Syafiq Tutup Prasangka Terhadap Himawan

Ia juga menanggapi isu yang sempat beredar terkait keterangan sahabat Syafiq, Himawan. Dani memilih menutup pintu prasangka.

“Saya sudah ikhlas. Saya tidak mengaitkan ini dengan siapa pun. Himawan sahabat Ali, saya anggap juga anak saya sendiri,” tegasnya.

Prosesi Pemakaman Syafiq Ali di Magelang

Malam Kamis (15/1/2026), ratusan pelayat memadati halaman Masjid Baiturrosyidin di Perumahan Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Magelang Utara.

Sekitar pukul 20.26 WIB, ambulans yang membawa peti jenazah tiba setelah menempuh perjalanan panjang dari Purbalingga.

Peti jenazah diangkat relawan Basarnas menuju masjid, diiringi doa dan lantunan takbir.

Syafiq ali, Gunung Slamet, Kisah Ketegaran Dani Rusman, Ayah Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet, Ayah Kisahkan Pendakian Terakhir yang Tak Pernah Direncanakan, Pesan dan Harapan Seorang Ayah, Ayah Syafiq Apresiasi untuk Tim SAR dan Warga, Ayah Syafiq Tutup Prasangka Terhadap Himawan, Prosesi Pemakaman Syafiq Ali di Magelang

Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan usai disalatkan di masjid di Perumahan Depkes, Magelang, Kamis (15/1/2026).

Ayah almarhum yang mengiringi jasad sang anak sejak ditemukan di Gunung Slamet tampak tegar mendampingi putra bungsunya hingga ke rumah terakhir.

Ia baru tiba dari Purbalingga setelah proses pemulasaraan dan visum dilakukan di RSUD Goeteng Taroenadibrata.

Di hadapan para pelayat, Dani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Anak kami yang sempat hilang akhirnya kembali, meski untuk terakhir kalinya. Terima kasih atas doa, empati, dan perhatian yang diberikan untuk Ali,” ucapnya.

Ia menambahkan, musibah ini menyimpan banyak pelajaran.

“Di balik duka, ada hikmah tentang kejujuran, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini,” katanya.

Usai disalatkan, jenazah Syafiq Ridhan Ali Razhan (18) langsung diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara untuk dimakamkan.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul "Duka Ayah Syafiq, Setelah 15 Hari Penuh Harap, Akhirnya Ikhlaskan Kepergian Sang Anak " dan di TribunJogja.com dengan judul "Ayah Pendaki Magelang Gugur di Gunung Slamet: Dibalik Duka Ada Hikmah". 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang