Tips Berkendara Saat Cuaca Buruk Pada Libur Natal dan Tahun Baru
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperingatkan adanya potensi cuaca buruk saat libur Natal serta tahun baru 2026. Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian masyarakat yang berpergian.
Dalam laporannya, diperkirakan bakal terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Oleh sebab itu masyarakat harus lebih waspada dalam bermobilitas.
“Permasalahan saat hujan adalah adanya risiko terjadinya aquaplaning. Kondisi ini terjadi akibat adanya lapisan air di antara ban dan permukaan jalan yang membuat ban kehilangan traksi,” ungkap Adrianto Sugiarto Wiyono, Road Safety Advisor PT Karya Fajar Ultima (KyFU) dan ASEAN NCAP
Situasi tersebut terjadi umumnya karena kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi saat melintasi genadangan air. Selain itu telapak ban juga sudah melewati batas thread wear indicator/TWI.

Oleh sebab itu dirinya menyarankan untuk para pemilik kendaraan melakukan persiapan yang optimal sebelum berkendara. Salah satunya adalah memeriksa ketebalan ban sehingga kemampuan ban dalam membuang air masih optimal.
Kemudian kurangi kecepatan khususnya ketika melalui genangan air. Sehingga risiko terjadinya aquaplanning bisa berkurang.
“Jika melakukan deselerasi menggunakan rem lakukan secara gradual jaga jangan sampai roda terkunci. Kendaraan berteknologi ABS (Anti-lock Braking System) akan sangat membantu dalam hal ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menyarankan memeriksa beberapa komponen lain seperti pencahayaan dan wiper sebelum melakukan perjalanan. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan jarak pandang terjaga.
“Kemudian juga sistem pengeremannya sebaiknya diperiksa agar lebih tenang saat berkendara. Namun ini bisa dilakukan semua saat melakukan servis rutin sebelum berpergian,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan prakiraan BMKG kondisi atmosfer berpotensi meningkatkan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Situasi ini dapat berdampak langsung pada keselamatan transportasi serta aktivitas masyarakat.

“Periode Nataru kali ini bertepatan dengan puncak musim hujan, sehingga potensi cuaca ekstrem perlu diantisipasi secara serius,” ungkap Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG.
Ia menjelaskan periode Natal dan Tahun Baru berada pada fase puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan intensitas mencapai 300–500 mm per bulan.