Polda Banten Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pelabuhan Merak Saat Cuaca Buruk
Direktorat Lalu Lintas Polda Banten mengoptimalkan rekayasa lalu lintas di kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk.
Angin kencang dan gelombang tinggi menghambat proses bongkar muat kapal sehingga memicu antrean kendaraan menuju pelabuhan.
Kondisi tersebut sempat menyebabkan kepadatan hingga ruas Tol Merak pada Kamis (18/12/2025).
Langkah pengaturan lalu lintas dilakukan agar arus kendaraan tetap terurai meski operasional penyeberangan berjalan terbatas.
Antrean Panjang Dipicu Cuaca Buruk di Selat Sunda
Dilansir dari Antara, Direktur Lalu Lintas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi mengatakan kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Merak sudah diantisipasi sejak awal.
Pihaknya memetakan jalur dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG.
“Ya, cuaca buruk memang kita prediksi dari BMKG. Antisipasinya mulai dari pemberitahuan awal melalui media sosial. Rekan-rekan media membantu untuk sosialisasi, karena memang antrean ke pelabuhan cukup ramai,” ujarnya di Kota Serang, Jumat (19/12/2025).
Menurut Leganek, angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan proses bongkar muat kapal berjalan lebih lambat.
Situasi tersebut berdampak langsung pada antrean kendaraan yang sempat mengular hingga Gerbang Tol Merak pada Kamis pagi.
Pemanfaatan Area Penyangga dan Rekayasa Arus
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang akan menyeberang, Polda Banten memaksimalkan penggunaan area penyangga di kawasan atas. Area tersebut meliputi Proper Area, Proper Area Tajima, serta Dermaga 7.
“Saat ini kita melaksanakan rekayasa untuk penggunaan proper area di kawasan atas. Proper area yang tersedia kita maksimalkan. Kemudian juga di proper area Tajima dan Dermaga 7,” ujar Leganek.
Selain itu, kendaraan kecil diarahkan melalui jalur bawah menuju Dermaga Eksekutif guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan.
Penerapan Sistem TBB Menyesuaikan Kondisi Ombak
Polda Banten juga menerapkan pola keberangkatan fleksibel melalui sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB). Pola ini diterapkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang di lintasan penyeberangan.
“Kondisi jam 12.00 kurang lebih sudah dilaksanakan TBB, namun belum bisa maksimal karena di Lampung situasinya juga sama, pas cuaca bagus langsung kita laksanakan TBB, pas ombaknya tinggi kita stop lagi. Jadi situasinya naik turun,” katanya.
Leganek menjelaskan, sistem TBB bersifat situasional dan hanya dijalankan ketika kondisi ombak memungkinkan demi menjaga keselamatan pelayaran.
Opsi Pengalihan ke Pelabuhan Ciwandan dan BBJ
Jika intensitas cuaca buruk kembali meningkat, Polda Banten telah menyiapkan langkah pengalihan arus penyeberangan. Sebagian kendaraan direncanakan akan dialihkan melalui Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
“Jika intensitas (cuaca buruk) tinggi lagi, rencananya kita akan berdayakan Pelabuhan Ciwandan maupun BBJ. Rencananya tanggal 20 (Desember), tapi ini sudah kita majukan,” ucapnya.
Ia menambahkan, antrean kendaraan yang sempat mencapai Gerbang Tol Merak telah ditangani melalui penarikan antrean serta pengaturan ulang arus lalu lintas di wilayah Cilegon Barat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang