Profil Zainal Arifin Mochtar, Ini Rekam Jejak Guru Besar UGM yang Sempat Alami Teror

Zainal Arifin Mochtar, Profil Zainal Arifin Mochtar, Ini Rekam Jejak Guru Besar UGM yang Sempat Alami Teror

Peristiwa teror yang dialami Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar tengah menarik perhatian publik.

Ia mengaku mendapat teror telepon dari pihak tak dikenal yang mengatasnamakan Polresta Yogyakarta.

Seiring dengan insiden tersebut, sosok Zainal yang dikenal sebagai akademisi hukum tata negara pun menjadi sorotan. Ia memiliki rekam jejak panjang di bidang antikorupsi, lembaga negara, dan kajian konstitusi.

Lantas, bagaimana profil lengkap Zainal Arifin Mochtar yang juga pernah muncul dalam dokumenter Dirty Vote (2024)? 

Teror telepon mengatasnamakan polisi

Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, mengungkapkan teror tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (2/1/2026).

Ia menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengaku berasal dari Polresta Yogyakarta dan meminta dirinya segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Jika tidak (menghadap), akan segera melakukan penangkapan," tulis Uceng, dikutip dari , Jumat (2/1/2026). 

Ia menambahkan bahwa suara penelepon sengaja dibuat berat untuk memberi kesan memiliki otoritas.

Menurut Uceng, teror tersebut bukan kali pertama terjadi dan memiliki pola ancaman serupa.

Di sisi lain, Kepolisian melalui Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia membantah keterlibatan jajarannya.

Ia menegaskan tidak ada anggota Polresta Yogyakarta yang menggunakan nomor tersebut dan menyebutnya sebagai modus penipuan mengatasnamakan aparat.

Uceng mengaku tidak terpengaruh secara pribadi. Namun, ia menyoroti maraknya penipuan dan penyalahgunaan nama institusi negara sebagai alat intimidasi terhadap warga.

Profil lengkap Zainal Arifin Mochtar hingga karya-karyanya

Dilansir dari Tribunnews, Sabtu (3/1/2026), Zainal Arifin Mochtar lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8 Desember 1978.

Berdasarkan laman resmi UGM, ia menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada pada 2003.

Kemudian, ia melanjutkan studi magister di Northwestern University, Amerika Serikat pada 2005, dan meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari UGM pada 2012.

Karier akademiknya dimulai di Fakultas Hukum UGM sejak 2014. Ia dikenal sebagai pakar hukum tata negara dan penggiat isu antikorupsi.

Zainal pernah menjabat Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) FH UGM dan kini menjabat Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan periode 2023–2026.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (2015–2017), Komisaris PT Pertamina EP (2016–2019), serta anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia pada 2022.

Namanya semakin dikenal publik setelah menjadi salah satu narasumber utama dalam film dokumenter Dirty Vote besutan Dandhy Laksono.

Di luar peran kelembagaan, Zainal Arifin Mochtar aktif menulis dan melakukan penelitian. Berikut daftar karya dan penelitian yang pernah dilakukannya:

Penelitian

  • 2017 - Pertanggungjawaban Hukum Partai Politik Yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi
  • 2016 - Garis-Garis Besar Haluan Negara dalam Sistem Presidensial di Indonesia
  • 2014 - Etika Penyelenggaraan Negara: Penyusunan Naskah Akademik, diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia
  • 2014 - Reformulasi Pengangkatan Tenaga Honorer Kategori I (K1) dan Kategori 2 (K2) Pasca Berlakunya UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara di Provinsi DIY.

Buku

  • 2018 - Menegakkan Konstitusi Melawan Korupsi
  • 2018 - Parlemen Dua Kamar: Analisis Perbandingan Menuju Sistem Bikameral Efektif
  • 2018 - Serpihan Pemikiran Hukum
  • 2018 - Menjerat Korupsi Partai Politik
  • 2018 - Korupsi dan UNCAC serta Sistem Hukum Administrasi Negara
  • 2016 - Lembaga Negara Independen
  • 2008 - Koordinator Penulis, Panduan KKN Tematik Pemantauan Peradilan
  • 2007 - Editor, Suara Untuk Eksistensi Negara Kepulauan: Catatan Atas RUU Kementrian Negara
  • 2006 - The Dusk of Human Rights (The threat of Privatization for Economic and Social Rights in Indonesia).

Tesis dan penelitian kolaboratif

  • 2013 - Fungsi Koordinasi dan Supervisi KPK Dalam Pemberantasan Korupsi, Kerjasama Indonesia Corruption Watch (ICW) dengan PUKAT Korupsi FH UGM
  • 2013 - Peluang Pengaturan Norma Illicit Enrichment Dalam Hukum Indonesia, Kerjasama Indonesia Corruption Watch (ICW) dengan PUKAT Korupsi FH UGM
  • 2013 - Pemidanaan Korporasi atas Tindak Pidana Korupsi di Indonesia, Kerjasama PUKAT Korupsi FH UGM dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Insiden teror telepon yang dialaminya menambah sorotan publik terhadap Zainal Arifin Mochtar, yang selama ini dikenal sebagai akademisi kritis dan figur publik yang aktif menyuarakan isu hukum, konstitusi, dan tata kelola negara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Profil Zainal Arifin Mochtar, Pakar Hukum Tata Negara UGM yang Mengalami Teror Telepon".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang