Profil dan Rekam Jejak Layvin Kurzawa, Eks PSG yang Segera Gabung Persib, Bintang Eropa dengan Riwayat Cedera Panjang

Bek anyar Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa
Bek anyar Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa

 Persib Bandung membuat gebrakan di bursa transfer paruh musim Super League 2025 2026. Setelah santer dikaitkan dengan sejumlah pemain asing, Maung Bandung kini disebut tinggal selangkah lagi meresmikan kedatangan nama besar asal Eropa, Layvin Kurzawa.

Bukan sekadar rumor, kabar ini justru datang dari Perancis. Media olahraga ternama L’Equipe ikut mengonfirmasi bahwa bek kiri berpengalaman tersebut akan melanjutkan kariernya di Indonesia.

Dalam laporannya, proses transfer sudah memasuki tahap akhir. "Berstatus bebas transfer, eks PSG Layvin Kurzawa dikabarkan akan menuju Indonesia untuk bergabung dengan Persib Bandung," tulis L’Equipe.

"Setelah petualangannya bersama Boavista berakhir musim panas lalu, bek sayap Layvin Kurzawa 33 tahun akan melanjutkan kariernya di Indonesia," sambungnya.

Media Prancis tersebut juga menulis, Pemain asal Perancis, yang sebelumnya membela PSG dan Monaco, akan segera menandatangani kontrak dengan Persib Bandung akhir pekan ini hingga musim berakhir.

Informasi tersebut memperkuat sinyal bahwa pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu. Disebutkan, Kurzawa bakal dikontrak selama enam bulan atau sampai kompetisi musim ini selesai.

Sebelumnya, Foot Mercato juga sudah lebih dulu mengungkap pendekatan Persib. Media itu bahkan menyebut keputusan Kurzawa sebagai langkah radikal.

Foot Mercato menyebut, Kurzawa yang kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama klub Portugal Boavista berakhir pada Juni lalu, sedang mempertimbangkan langkah yang tidak biasa dalam kariernya. Bek berusia 33 tahun itu dikabarkan siap mengambil keputusan radikal dengan melanjutkan kiprah di destinasi yang terbilang eksotis.

Media tersebut juga mengungkapkan bahwa mantan pemain tim nasional Perancis dengan 13 caps itu saat ini tengah menjalani negosiasi lanjutan untuk pindah ke kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia menjadi tujuan paling memungkinkan.

Profil dan rekam jejak Layvin Kurzawa

Layvin Kurzawa

Layvin Marc Kurzawa lahir di Fréjus, Perancis, 4 September 1992. Ia dikenal sebagai bek kiri modern dengan karakter ofensif, rajin membantu serangan, serta punya naluri mencetak gol yang cukup tajam untuk ukuran pemain bertahan.

Karier profesionalnya dimulai bersama AS Monaco pada 2010. Ia tumbuh bersamaan dengan kebangkitan Monaco yang sempat terdegradasi ke Ligue 2 sebelum kembali ke kasta tertinggi.

Musim 2013 atau 2014 menjadi titik baliknya. Kurzawa tampil 28 kali di Ligue 1 dan mencetak lima gol, kontribusi langka untuk seorang bek kiri. Performa itu membantu Monaco finis sebagai runner up liga.

Penampilan impresifnya membuat Paris Saint Germain kepincut. Pada Agustus 2015, PSG menebusnya dengan nilai transfer sekitar 23 juta euro.

Bersama raksasa ibu kota tersebut, karier Kurzawa mencapai puncaknya.

Ia meraih total 16 trofi domestik, termasuk lima gelar Ligue 1, serta menjadi bagian skuad yang melaju hingga final Liga Champions 2019 atau 2020.

Salah satu momen paling ikoniknya terjadi di Liga Champions 2017 saat ia mencetak hattrick ke gawang Anderlecht. Catatan itu membuatnya dikenang sebagai salah satu bek yang pernah mencetak tiga gol dalam satu laga kompetisi elite Eropa.

Selain level klub, Kurzawa juga sempat membela tim nasional senior Perancis dengan koleksi 13 caps.

Setelah era emasnya di PSG, kariernya perlahan menurun. Ia dipinjamkan ke Fulham di Liga Inggris, lalu mencoba peruntungan di Boavista, Portugal. Namun menit bermainnya semakin terbatas hingga akhirnya berstatus bebas transfer.

Riwayat cedera jadi sorotan

Di balik label eks bintang PSG, ada satu hal yang kini menjadi perhatian besar Bobotoh, yakni kondisi kebugarannya.

Data riwayat cedera menunjukkan Kurzawa beberapa kali harus menepi cukup lama. Salah satu yang terparah terjadi pada 2023 ketika ia absen sekitar 124 hari akibat robekan jaringan ikat.

Saat membela Boavista, ia juga sempat menepi 52 hari karena cedera otot, serta tambahan 21 hari akibat masalah serupa di periode berbeda.

Jika ditarik ke belakang, gangguan yang pernah dialaminya cukup beragam, mulai dari hamstring, betis, engkel, lutut, hingga herniated disk yang sempat membuatnya absen sekitar tiga bulan pada 2018.

Artinya, Persib bukan hanya merekrut nama besar, tetapi juga mengambil risiko medis yang harus dikelola dengan cermat.

Namun situasi ini bukan hal baru bagi Maung Bandung. Pada musim sebelumnya, Persib juga pernah mendatangkan Tyronne del Pino yang datang dengan kondisi cedera. Setelah pulih, justru ia tampil gemilang dan berkontribusi membawa tim meraih gelar juara.

Kisah tersebut bisa menjadi harapan bahwa Kurzawa pun berpotensi bangkit jika mendapat penanganan tepat.

Dengan status Persib sebagai juara paruh musim dan kandidat kuat perebut gelar, kehadiran pemain berpengalaman Liga Champions tentu bisa menambah kedalaman skuad sekaligus mental juara di ruang ganti.