Profil dan Rekam Jejak Iman Rachman, Dirut BEI yang Mundur Imbas IHSG Anjlok
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut ia sampaikan secara langsung di Media Center BEI, Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.
Iman mengatakan, pengunduran dirinya dari bangku bos BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas dinamika pasar modal Indonesia, khususnya setelah tekanan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini. Pada dua hari terakhir perdagngan, IHSG mengalami penurunan drastis hingga BEI menetapkan dua kali trading halt imbas indeks terkoreksi sampai 8 persen.
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujar Iman dikutip dari Antara pada Jumat, 30 Januari 2026.
Hengkangnya Iman Rachman bersamaan bangkitnya IHSG. Pada perdagangan Jumat pagi ini, IHSG dibuka naik 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08.
Profil dan Rekam Jejak Iman Rachman
Iman Rachman bukan figur baru di sektor pasar modal maupun lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia resmi menjabat sebagai Dirut BEI setelah mendapat persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Berbagi posisi strategi di perusahaan ternama hingga memimpin BEI ini tidak lepas dari latar belakang pendidikan mentereng yang dimiliki Iman. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1995.
Iman kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997. Latar belakang pendidikan dan pengalaman lintas sektor inilah yang mengantarkan Iman ke posisi strategis di puncak otoritas pasar modal Indonesia.
Melansir dari website BEI, Karier profesional Iman dimulai sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada tahun 1998–2003. Dari sana, kariernya terus menanjak sampai dipercaya menjabat sebagai Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas selama lebih dari satu dekade, tepatnya tahun 2003–2016.
Iman beralih ke sektor infrastruktur BUMN. Ia diamanahkan sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016–2018. Kemudian melanjutkan peran serupa di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018–2019.
Pada periode berikutnya, ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) pada 2019–2020. Iman diangkat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada tahun 2020–2022. Ini menjadi jabatan terakhir sebelum akhirnya Iman memimpin BEI.