Profil dan Rekam Jejak Andoni Iraola: Tak Setenar Zidane tapi Justru Dipercaya Liverpool Pimpin Era Baru The Reds

Andoni Iraola, Profil Andoni Iraola, Karier Sebagai Pemain, Awal Karier Kepelatihan di Siprus, Bournemouth Jadi Bukti Kualitasnya, Filosofi "Iraola-Ball" yang Membuat Liverpool Tertarik, Mengapa Liverpool Memilih Iraola?
Andoni Iraola

 Liverpool tampaknya benar-benar siap membuka lembaran baru setelah berpisah dengan Arne Slot. Di tengah derasnya spekulasi yang mengaitkan sejumlah nama besar seperti Xabi Alonso hingga Zinedine Zidane, justru sosok Andoni Iraola yang kini disebut berada di posisi terdepan untuk mengambil alih kursi panas di Anfield.

Nama pelatih asal Spanyol tersebut memang belum sepopuler Zidane atau Alonso di panggung sepak bola dunia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Iraola diam-diam membangun reputasi sebagai salah satu pelatih muda paling menarik di Eropa berkat keberhasilannya mengangkat performa sejumlah klub yang memiliki sumber daya terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain Liverpool

Jika proses negosiasi berjalan lancar, Iraola berpotensi menjadi wajah baru Liverpool untuk menghadapi ketatnya persaingan Premier League musim depan. Lalu siapa sebenarnya Andoni Iraola dan bagaimana rekam jejaknya hingga dipercaya menangani salah satu klub terbesar di dunia?

Profil Andoni Iraola

Andoni Iraola memiliki nama lengkap Andoni Iraola Sagarna. Ia lahir di Usurbil, Spanyol, pada 22 Juni 1982 dan kini berusia 43 tahun.

Sebelum sukses sebagai pelatih, Iraola dikenal sebagai salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki Athletic Bilbao. Ia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya bersama klub Basque tersebut dan mencatat lebih dari 500 penampilan kompetitif selama 12 musim.

  • Nama lengkap: Andoni Iraola Sagarna
  • Tanggal lahir: Usurbil, Spanyol 22 Juni 1982 (43 tahun)
  • Kebangsaan: Spanyol
  • Klub saat ini: Bournemouth
  • Jabatan: Pelatih kepala
  • Formasi favorit: 4-2-3-1
  • Kontrak saat ini: Hingga 30 Juni 2026

Selain membela Athletic Bilbao, Iraola juga sempat bermain untuk New York City FC sebelum memutuskan pensiun pada 2017 dan beralih ke dunia kepelatihan.

Karier Sebagai Pemain

Karier sepak bola Iraola dimulai dari akademi Athletic Bilbao. Ia meniti jenjang pembinaan hingga akhirnya menjadi salah satu pemain paling penting bagi klub tersebut.

Perjalanan kariernya sebagai pemain:

  • 1999–2000 Antiguoko U-19
  • 2000–2001 Bilbao U-19
  • 2001–2002 CD Basconia
  • 2002–2003 Bilbao Athletic
  • 2003–2015 Athletic Bilbao
  • 2015–2017 New York City FC

Di level internasional, Iraola pernah memperkuat Timnas Spanyol serta tim regional Basque Country. Bersama Athletic Bilbao, ia beberapa kali mencapai final kompetisi besar meski belum berhasil meraih banyak gelar utama.

Prestasi terbaiknya sebagai pemain antara lain:

  • Runner-up Copa del Rey 2008/2009
  • Runner-up Copa del Rey 2011/2012
  • Runner-up Copa del Rey 2014/2015
  • Runner-up Supercopa de España 2009
  • Runner-up Liga Europa 2011/2012

Awal Karier Kepelatihan di Siprus

Setelah gantung sepatu, Iraola langsung mendapat kesempatan melatih klub Siprus, AEK Larnaca, pada 2018.

Meski hanya bertahan sekitar setengah musim, ia sempat mempersembahkan gelar Piala Super Siprus 2018. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal yang membentuk karakter kepelatihannya.

Nama Iraola mulai mendapat perhatian luas ketika menangani Mirandes pada musim 2019/2020.

Klub kasta kedua Spanyol itu berhasil dibawanya melaju hingga semifinal Copa del Rey, sebuah pencapaian yang sangat langka dalam sejarah klub.

Dalam perjalanan menuju empat besar, Mirandes secara mengejutkan mampu menyingkirkan sejumlah tim La Liga seperti Celta Vigo, Sevilla, dan Villarreal. Prestasi tersebut menjadi titik balik yang membuat banyak klub mulai melirik kualitasnya sebagai pelatih muda berbakat.

Pada Agustus 2020, Iraola menerima tantangan baru bersama Rayo Vallecano. Di klub yang bermarkas di Madrid tersebut, ia berhasil menciptakan salah satu kisah paling menarik di sepak bola Spanyol.

Musim 2020/2021 menjadi momen penting setelah Iraola sukses membawa Rayo promosi ke La Liga melalui jalur playoff.

Tak berhenti di situ, Rayo juga berhasil mencapai semifinal Copa del Rey pada musim berikutnya. Pencapaian tersebut menjadi yang pertama dalam empat dekade bagi klub tersebut.

Di bawah arahannya, Rayo dikenal sebagai tim yang berani menekan lawan, bermain agresif, dan tidak takut menghadapi klub-klub besar seperti Real Madrid maupun Barcelona.

Bournemouth Jadi Bukti Kualitasnya

Kesuksesan di Spanyol membuka jalan Iraola menuju Premier League. Pada Juni 2023, Bournemouth menunjuknya sebagai pelatih kepala dengan kontrak dua tahun. Banyak pihak sempat meragukan keputusan tersebut karena ia harus menggantikan Gary O'Neil yang tampil cukup baik.

Namun keraguan itu perlahan sirna. Musim 2023/2024 menjadi salah satu musim terbaik Bournemouth sepanjang sejarah Premier League. Di bawah komando Iraola, The Cherries mencatatkan rekor poin tertinggi klub di kasta tertinggi Liga Inggris dengan 48 poin.

Kinerja impresif tersebut membuat Bournemouth memperpanjang kontraknya hingga Juni 2026. Selama menangani Bournemouth hingga akhir musim 2025/2026, Iraola mencatat:

  • 127 pertandingan
  • Rata-rata poin per laga 1,43
  • Rekor poin tertinggi Bournemouth di Premier League
  • Nominasi Premier League Manager of the Season 2023/2024
  • Premier League Manager of the Month Maret 2024

Filosofi "Iraola-Ball" yang Membuat Liverpool Tertarik

Salah satu alasan utama Liverpool dikabarkan menjatuhkan pilihan kepada Iraola adalah filosofi bermainnya. Pelatih asal Spanyol tersebut dikenal mengusung sepak bola berintensitas tinggi yang kerap disebut penggemar sebagai "Iraola-Ball".

Karakter utama permainan yang ia bangun meliputi:

  • Pressing agresif sejak area pertahanan lawan
  • Transisi vertikal cepat setelah merebut bola
  • Tempo permainan tinggi
  • Perebutan bola secepat mungkin
  • Organisasi tim yang disiplin

Gaya tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan identitas Liverpool era Jurgen Klopp yang mengandalkan gegenpressing. Karena itu, manajemen klub diyakini melihat Iraola sebagai figur yang mampu menjaga kesinambungan filosofi permainan tanpa perlu melakukan perubahan drastis.

Mengapa Liverpool Memilih Iraola?

Di atas kertas, nama Xabi Alonso atau Zinedine Zidane memang jauh lebih besar. Namun Liverpool tampaknya tidak hanya mempertimbangkan popularitas.

Iraola dianggap memenuhi sejumlah kriteria yang dibutuhkan klub:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Masih relatif muda dengan potensi berkembang
  • Terbukti mampu mengangkat klub dengan sumber daya terbatas
  • Memiliki filosofi bermain yang sesuai dengan DNA Liverpool
  • Berpengalaman bekerja dengan pemain muda
  • Mampu membangun proyek jangka panjang

Dengan usia yang baru menginjak 43 tahun, Iraola juga dinilai memiliki ruang yang luas untuk berkembang menjadi salah satu manajer elite Eropa dalam beberapa tahun mendatang.