Terdampak Perang Iran, Timnas Irak Sempat Alami Nasib Serupa di Olimpiade

Perang Iran, Timnas Irak, Piala Dunia 2026, Graham Arnold, Terdampak Perang Iran, Timnas Irak Sempat Alami Nasib Serupa di Olimpiade

Masalah Timnas Irak yang kini kesulitan untuk terbang ke Meksiko untuk menjalani final Piala Dunia 2026 akibat perang Iran-AS ternyata bukan hal baru dan pernah dialami negara teluk tersebut jelang Olimpiade 2024. 

Perang Iran yang terjadi hampir sepekan sejak hari Sabtu (28/2/2026) berpengaruh ke Timnas Irak yang akan menjalani laga play-off Piala Dunia 2026.

Irak sedianya akan menjalani babak final Playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 melawan pemenang dari laga Bolivia vs Suriname di Estadio BBVA, Monterrey, Meksiko  pada (31/1/2026).

Konfirmasi terkait jalannya laga tersebut telah diterima oleh Timnas Irak dan mengaku sedang memantau perkembangan terkini terkait kondisi regional Timur Tengah.

"Manajemen Tim Nasional Irak mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima konfirmasi resmi dari FIFA hari ini mengenai pertandingan play-off antarbenua untuk kualifikasi Piala Dunia 2026," tulis asosiasi sepak bola Irak (IFA).

"Lebih lanjut, manajemen tim mengklarifikasi bahwa mereka terus berkomunikasi dengan FIFA mengenai pengaturan partisipasi tim nasional dalam play-off antarbenua mengingat perkembangan keamanan terkini di Timur Tengah," sambungnya.

Perang Iran, Timnas Irak, Piala Dunia 2026, Graham Arnold, Terdampak Perang Iran, Timnas Irak Sempat Alami Nasib Serupa di Olimpiade

Para pemain Timnas Irak berdiri menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan sepak bola Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Asia antara Irak dan Korea Selatan di Stadion Internasional Basra di Basra pada tanggal 5 Juni 2025.

Graham Arnold Ikut Terkena Masalah

Namun, masalah lain kemudian didapati Timnas Irak dari dampak yang terjadi karena perang Irak di regional Timur Tengah.

Pasalnya, sang pelatih Graham Arnold disebut tengah terisolasi di Uni Emirat Arab, sehingga terancam kesulitan untuk mempersiapkan Timnas Irak menuju laga play-off antarkonfederasi.

Saat ini tengah diberlakukan pembatasan penerbangan di Timur Tengah .

Tidak hanya itu, masalah lain Timnas Iraq adalah soal penutupan sejumlah kedutaan besar yang kemudian membuat beberapa pemain dan staf kepelatihan sulit mendapatkan visa.

"Kami menjamin kepada para pendukung setia Timnas Irak tengah melakukan kontak langsung dengan FIFA dan AFC soal situasi ini," ungkap IFA dalam rilisnya.

Timnas Irak sendiri lolos ke babak final playoff antarkonfederasi usai unggul dari Uni Emirat Arab di ronde kelima kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kesulitan Timnas Irak di Olimpiade 2004

Sebelumnya, Timnas Irak juga pernah mengalami kesulitan saat akan berlaga di Olimpiade Athena 2004.

Kala itu, serangan Amerika Serikat membuat 48 anggota tim sepak bola Olimpiade Iran harus diangkut keluar dari ibukota, Baghdad dengan pesawat Australia.

Mereka kemudian diterbangkan ke Yordania, sebelum kemudian mengambil penerbangan selanjutnya ke Athena untuk mengikuti Olimpiade 2004.

Kala itu, komandan pasukan Australia di Timur Tengah, Peter Hutchinson memberikan dukungannya untuk Timnas Irak yang berlaga di Olimpiade 2004.

"Kalian semua patut bangga karena telah memulai perjalanan Olimpiade ini," katanya," ujar Hutchinson dilansir dari ABC News.

"Ini adalah bagian penting dari upaya Irak untuk menegaskan kembali kedaulatannya dan bergabung kembali dengan komunitas internasional," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang