Bitcoin Berdarah! Harga Anjlok ke Rp1,4 Miliar Imbas Investor Kian Waspada
Bitcoin kembali tersungkur ke bawah level US$87.000. Hingga pukul 06.00 WIB pada Selasa, 16 Desember 2025, harga aset emas digital ini diperdagangkan di level US$86.365 atau Rp 1,43 miliar (estimasi kurs Rp 16.650 per dolar AS) per keping.
Koreksi tajam ini menyebabkan terjadi seiring gelombang likuidasi besar-besaran di pasar kripto global. Dalam waktu satu jam, lebih dari US$200 juta atau sekitar Rp3 triliun posisi long berbasis leverage lenyap yang mencerminkan tekanan jual yang sangat kuat.
Dikutip dari Bitcoin Maganize, rontoknya bitcoin ke level US$86.000 merupakan koreksi lanjutan yang terjadi pada akhir pekan. Harga Bitcoin anjlok sekitar 2 persen menjadi US$86.751 pada Minggu, 14 Desember 2025.
Investasi kripto.
Saat itu, volume transaksi tercatat mencapai sekitar US$38 miliar atau lebih dari Rp 6.327 triliun. Bitcoin merosot sebesar 4,82 persen dalam sepekan dan 1,87 persen selama 24 jam terakhir, demikian data MarketCoinCap pada Selasa, 16 Desember 2025.
Bitcoin turun bertahap dari level US$92.000 pada Kamis hingga menyentuh level terendah akhir pekan di sekitar US$87.000. Likuiditas pasar yang tipis serta tekanan jual yang konsisten membuat sentimen investor terhadap aset berisiko semakin tertekan.
Penurunan tajam semakin terasa ketika Bitcoin menembus level psikologis US$90.000 bertepan kondsi pasar yang cenderung sepi pada Minggu, 14 Desember 2025. Kondisi ini menyebabkan volatilitas tergerus seiring sikap hati-hati para investor menjelang agenda padat data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan sejumlah kebijakan bank sentral dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan pantauan VIVA di MarketCoinCap, aset kripto lain turut mengalami penurunan. Selama tujuh hari terakhir, Ethereum melemah 3,35 persen dan Tether turun tipis 0,04 persen.
Sementara itu, koin BNB amblas 2,37 persen ke level US$855,92. Kemudian XRP tergerus 4,65 persen dan USDC diperdagangkan datar di harga US$0,99 per keping.