Nvidia Beli Saham Intel Rp 82 Triliun, Kolaborasi Bikin Chip PC dan AI
Perusahaan semikonduktor Nvidia mengumumkan investasi senilai 5 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 82,8 triliun) di Intel.
Pengumuman yang disampaikan Nvidia pada Kamis (18/9/2025) waktu AS ini tergolong mengejutkan, mengingat Intel adalah kompetitor Nvidia di pasar semikonduktor.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Nvidia dan Intel juga akan mengembangkan chip PC dan data center, Intel x86.
Menurut Nvidia, pihaknya akan membeli saham Intel dengan harga 23,38 dollar AS per lembar (sekitar Rp 386.000).
Dengan mahar itu, Intel selanjutnya akan memakai teknologi grafis Nvidia untuk chip PC yang akan datang. Intel juga akan berperan menyediakan prosesor data center untuk menunjang kepentingan Nvidia.
Kedua perusahaan teknologi ini menilai bahwa kerja sama kali ini akan membuka kesempatan untuk memasuki area pasar komputer yang belum mereka jamah sebelumnya. CEO Nvidia Jensen Huang bahkan menilai peluangnya bernilai hingga 50 miliar dollar AS (sekitar Rp 829 triliun) per tahun.
"Kami kira ini akan menjadi investasi yang luar biasa. Timbal balik investasi itu akan fantastis," kata Huang dalam sebuah konferensi didampingi CEO Intel saat ini, Lip-Bu Tan, dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (19/9/2025).
Lebih lanjut, Huang mengatakan bahwa tim teknis kedua perusahaan sudah mengerjakan chip buah dari kesepakatan ini, selama setahun terakhir. Namun tidak dirinci kapan produk kolaborasi ini akan dirilis ke pasaran.
Dilansir Toms Hardware, chip yang dikembangkan dalam kesepakatan ini yaitu Intel x86 RTX SOC yang terintegrasi dengan kartu grafis Nvidia RTX. Chip ini ditujukan untuk menenagai PC gaming.
Selain itu, Intel dan Nvidia juga mengembangkan x86 khusus untuk data center guna menunjang teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi klien skala besar seperti enterprise. Namun belum diungkap apakah chip ini akan dikembangkan menggunakan fasilitas Intel Foundry atau lainnya.
Ilustrasi chip AI.
Nvidia menegaskan bahwa pihaknya maupun Intel akan berkomitmen menjalankan peta jalan bagi produk yang dikembangkan bersama, walaupun rinciannya belum diungkap ke publik.
Di samping itu, produsen GPU ini juga memastikan pihaknya akan tetap menjalankan rangkaian rencana perusahaan yang sudah ditetapkan secara internal. Dengan kata lain, kerja sama Nvidia dengan Intel bersifat inisiatif tambahan dari rencana yang sudah dijalankan Nvidia selama ini.
Adapun investasi Nvidia ini diumumkan satu bulan setelah pemerintah AS membeli saham Intel pada Agustus 2025 lalu. Pemerintah AS membeli sekitar 10 persen saham perusahaan semikonduktor tersebut, senilai hampir 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 144 triliun).
Perusahaan investasi asal Jepang, SoftBank juga mengucurkan dua miliar dollar AS (sekitar Rp 33 triliun) ke Intel pada bulan lalu.
Intel sendiri tengah berjuang mempertahankan bisnisnya selama beberapa tahun terakhir, dengan cara mengganti CEO beberapa kali hingga mengubah strategi. Intel bahkan kehilangan dominasinya di belakang Nvidia dan AMD di pasar PC, di mana penjualan dan margin keuntungannya terus merosot.
Hadirnya Nvidia di pihak Intel kali ini, diyakini dapat memulihkan perusahaan, khususnya di tengah tren AI.
"Ini adalah kesepakatan yang mengubah permainan bagi Intel karena kini menempatkan mereka di posisi terdepan dalam dunia AI," kata analis teknologi Dan Ives, dikutip dari CNBC, Jumat (19/9/2025).
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.