Update BMKG: Nokaen Melemah, Nokaen Melemah, Bibit Siklon 97S Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

Siklon Tropis Nokaen, BMKG, Bibit Siklon Tropis 97S, Update BMKG: Nokaen Melemah, Nokaen Melemah, Bibit Siklon 97S Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan mengenai Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 97S.

Menurut pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Rabu (21/1/2026) pukul 07.00 WIB,, Siklon Tropis Nokaen dilaporkan telah melemah menjadi Ex-Tropical Cyclone (Ex-TC). 

Meskipun tidak lagi berstatus siklon aktif, BMKG menyatakan sistem ini masih menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia.

Pada saat yang sama, Bibit Siklon Tropis 97S masih dipantau di wilayah selatan Indonesia dengan peluang rendah untuk berkembang. 

Namun, sistem ini berpotensi memicu hujan dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Lantas, bagaimana perkembangan kedua sistem tropis tersebut?

Nokaen melemah dan dampaknya

BMKG menjelaskan Siklon Tropis Nokaen yang sebelumnya berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91W kini telah melemah dan tidak lagi memenuhi kriteria sebagai siklon tropis aktif.

Adapun kondisi terakhir Nokaen adalah sebagai berikut:

  • Status: Ex-Tropical Cyclone (Ex-TC) Nokaen
  • Lokasi: Laut Filipina, sebelah timur laut Manila
  • Intensitas: Tropical Depression (Low)

BMKG menyatakan informasi ini merupakan update terakhir TCWC Jakarta untuk Siklon Tropis Nokaen.

Meskipun melemah, Ex-TC Nokaen masih berpotensi memengaruhi kondisi laut di wilayah timur Indonesia.

BMKG mencatat potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku. 

Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas pelayaran dan perikanan.

Bibit Siklon Tropis 97S masih dipantau

Selain Nokaen, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

BMKG menyebut bibit ini memiliki:

  • Peluang rendah menjadi siklon tropis
  • Pergerakan perlahan ke arah barat–barat daya dalam 24 jam ke depan
  • Meski peluangnya kecil, sistem ini tetap memicu gangguan cuaca.

Kondisi cuaca akibat Bibit Siklon Tropis 97S

BMKG memetakan dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 97S sebagai berikut:

Potensi hujan sedang hingga lebat

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur.

Potensi angin kencang

  • Nusa Tenggara Timur.

Gelombang laut 1,25–2,5 meter:

  • Laut Banda
  • Laut Flores
  • Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
  • Perairan Kepulauan Babar
  • Perairan Kepulauan Tanimbar.

Gelombang laut 2,5–4,0 meter:

  • Perairan Kupang
  • Laut Sawu
  • Samudra Hindia selatan NTT
  • Laut Arafuru bagian barat

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku pelayaran di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan perubahan cuaca.

Mereka diminta waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, setidaknya hingga 22 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang