Kronologi Kapal Pengangkut Kayu Sumbar Terdampar di Lampung, Polisi Temukan Barcode Perusahaan
Kapal pengangkut kayu gelondongan, RON MAS 69, terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengatakan kapal tersebut terdampar setelah melakukan perjalanan pada Minggu (2/11/2025).
“Muatannya sekitar 4.800 kubik kayu,” ujar Yuni dikutip dari , Jumat (5/12/2025).
Kronologi Kapal Pengangkut Kayu Gelondongan Terdampar di Lampung
Yuni menjelaskan bahwa kapal pengangkut kayu gelondongan yang terdampar di Pesisir Barat berasal dari Sumatera Barat (Sumbar).
Sebelum terdampar, kapal melakukan perjalanan pada Minggu (2/11/2025).
Namun, kapal mengalami kendala akibat cuaca ekstrem hingga akhirnya terdampar pada Kamis (6/11/2025).
Selain itu, ada tali yang terlilit saat kapal pertama kali terdampar.
Hingga saat ini, kapal masih berada di Pantai Tanjung Setia dan belum dievakuasi.
“Sampai hari ini posisi kapal dan kayu masih berada di Pantai Tanjung Setia,”kata Yuni dikutip dari TribunLampung, Kamis (4/12/2025).
Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ternyata membawa ribuan batang kayu dengan panjang enam meter dan diameter 50-100 sentimeter.
Polisi juga menemukan barcode yang bertuliskan nama perusahaan PT MPL dan "Sumatera Barat".
Kapal Pengangkut Kayu Bawa Kayu Meranti dan Kruing
Dilansir dari Kompas TV, Jumat (5/12/2025), kapal tongkang RON MAS 69 yang terdampar di Pantai Tanjung Setia diketahui berangkat dari Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Kapal tersebut rencananya bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.
Kapal membawa 4.800 kubik kayu meranti dan kruing saat perjalanan dari Sikakap menuju Semarang.
Namun, cuaca buruk di laut membuat tongkang beserta tugboat pendampingnya terombang-ambing hingga 30 mil dari garis pantai sebelum akhirnya terdampar.
Kapal ini mengangkut tiga anak buah kapal dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Polres Pesisir Barat tengah memeriksa tiga anak buah kapal (ABK) terkait terdamparnya kapal bermuatan kayu di Pantai Tanjung Setia.
Yuni mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami insiden kapal yang kandas sekitar sebulan lalu.
"Kapal tongkang bermuatan kayu tersebut terguling di Pantai Tanjung Setia sekitar sebulan lalu dan saat ini tiga ABK telah kami periksa," ujar Yuni.
Pihak kepolisian telah mengambil langkah penanganan dan penyelidikan kasus ini masih berlangsung, dilakukan oleh Polres Pesisir Barat bersama Ditpolairud Polda Lampung.
Polisi menegaskan bahwa proses hukum dan penanganan limbah kayu akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang