Bukan Yogyakarta, Ini 10 Wilayah Paling Cocok untuk Slow Living di Indonesia

Slow living, slow living, kota untuk slow living, kota slow living di jawa tengah, kota untuk slow living di indonesia, kota slow living di jawa timur, kota slow living di jawa barat, Bukan Yogyakarta, Ini 10 Wilayah Paling Cocok untuk Slow Living di Indonesia

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama ini kerap dianggap sebagai tempat yang cocok untuk menjalani menjalani hidup slow living.

Slow living adalah gaya hidup yang menekankan ketenangan serta keseimbangan antara pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. 

Mereka yang memilih gaya hidup ini biasanya mencari tempat tinggal di daerah dengan tekanan kerja rendah, tetapi tetap memiliki tingkat pendapatan yang memadai.

Kebutuhan ini umumnya dicari oleh mereka yang ingin pensiun atau hidup tenang bersama keluarga tanpa tekanan kerja yang berlebihan.

Berdasarkan hasil analisis Tim Jurnalis Data Harian Kompas pada Desember 2024, Yogyakarta tidak masuk dalam sepuluh besar daerah yang dinilai ideal untuk slow living.

Lalu, wilayah mana yang paling cocok untuk slow living?

Wilayah Indonesia yang Cocok untuk Slow Living di Indonesia

Hasil analisis Tim Jurnalis Data Harian Kompas menunjukkan, kawasan slow living terdiri dari gabungan beberapa kabupaten/kota dalam suatu kawasan.

Ada sepuluh wilayah yang dianggap paling ideal untuk menjalani hidup slow living.

Peringkat pertama diduduki oleh Kawasan Kedu Raya yang terdiri dari Kabupaten Purworejo, Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Kota Magelang dengan skor 70,7.

Sementara itu, peringkat kedua adalah Kawasan Tasikmalaya Raya dengan skor 67,2.

Wilayah ini terdiri dari Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

Kemudian, Banyumas Raya berada di peringkat ketiga dengan skor 63,3. Kawasan ini meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Purwokerto.

Penilaian wilayah yang paling cocok untuk slow living ditentukan oleh berbagai kriteria dan bobot penilaiannya.

Pada kategori ekonomi, Tim Jurnalis Data Harian Kompas mempertimbangkan beberapa indikator, seperti konsumsi rata-rata, harga properti per meter bangunan, tingkat pengangguran, dan PDRB per kapita.

Untuk kategori infrastruktur, aspek yang dinilai meliputi cakupan transportasi umum, kualitas jalan, keberadaan bandara, stasiun, serta terminal.

Tim Jurnalis Data Harian Kompas juga menilai kategori keamanan melalui indikator prevalensi kriminalitas.

Kategori lain yang diukur adalah kategori kesehatan yang mencakup rasio dokter, angka harapan hidup, serta jumlah rumah sakit.

Selanjutnya, kategori lingkungan dinilai berdasarkan jumlah jam dengan suhu nyaman per tahun, proporsi ruang terbuka hijau, kualitas udara, indeks risiko bencana alam, pengelolaan sampah, dan kualitas air.

Selain itu, terdapat pula kategori sosial, pemerintahan, dan teknologi yang turut menjadi bagian dari penilaian kawasan yang paling sesuai untuk slow living.

10 Wilayah Paling Cocok untuk Slow Living di Indonesia

Selain Kedu Raya, Tasikmalaya Raya, dan Banyumas Raya, masih ada tujuh kawasan lain yang masuk sepuluh besar wilayah paling cocok untuk slow living di Indonesia.

Berikut daftarnya:

  1. Kedu Raya (70,72)
  2. Tasikmalaya Raya (67,2)
  3. Banyumas Raya (63,31)
  4. Malang Raya (61,46)
  5. Kedungsepur (59,05) 
  6. Tapal Kuda (58,96)
  7. Bukapalipatar (58,94)
  8. Solo Raya (58,01)
  9. Bandung Raya (57,34)
  10. Kediri Raya (57,09).

Selengkapnya mengenai daftar kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah paling slow living dapat dilihat melalui daftar berikut ini:

  • Malang Raya: Malang, Lumajang, Probolinggo, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Batu
  • Kedungsepur: Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Kota Salatiga, Kota Semarang
  • Tapal Kuda: Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo
  • Bukapalipatar : Tanah Datar, Agam, Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh
  • Solo Raya: Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kota Surakarta
  • Bandung Raya: Bandung, Sumedang, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi
  • Kediri Raya: Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Nganjuk, Kota Kediri, Kota Blitar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang