Top 5+ Wilayah Yogyakarta yang Berpotensi Cuaca Ekstrem hingga 28 Februari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca ekstrem masih akan melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada periode 23 hingga 28 Februari 2026.
BMKG mendeteksi adanya potensi hujan berintensitas sedang sampai lebat yang disertai kilat dan angin kencang di beberapa wilayah DIY.
Dilansir dari KompasTV, Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Wardiono mengungkap dinamika atmosfer sebagai pemicu cuaca ekstrem di Yogyakarta.
Penyebab cuaca ekstrem Yogyakarta
"Stasiun Meteorologi Klas II Yogyakarta mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang disertai petir dan angin kencang selama periode 23-28 Februari 2026," jelas Wardiono dalam siaran pers yang dibagikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (23/2/2026).
Soal penyebab cuaca ekstrem, BMKG memantau keberadaan pola siklonik di Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa. Kondisi atmosfer ini membentuk shearline (belokan angin) serta konvergensi di sepanjang Pulau Jawa.
Selain itu, pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY juga mendapat dorongan dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) fase maritime continent.
Suhu muka laut yang berada pada kisaran 28,0 sampai 30,0 derajat Celsius juga turut mendukung proses alam tersebut.
Pada saat bersamaan, alat ukur mencatat kelembapan udara menyentuh angka 70 sampai 95 persen di ketinggian 1,5 hingga 3,5 kilometer.
5 wilayah Yogyakarta yang berpotensi cuaca ekstrem
Menurut BMKG, ada 5 wilayah administratif di DIY yang berpotensi cuaca ekstrem hingga 28 Februari 2026 berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Wilayah itu adalah:
- Kota Yogyakarta
- Kabupaten Sleman
- Kabupaten Kulon Progo
- Kabupaten Gunungkidul
- Kabupaten Bantul
Menurut Wardiono, kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi memicu sejumlah risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan wilayah pesisir, serta tanah longsor.
Risiko lapangan lainnya mencakup angin kencang, pohon tumbang, serta kondisi jalan licin.
BMKG meminta instansi terkait dan masyarakat meningkatkan langkah antisipasi selama periode peringatan berlangsung.
Informasi cuaca terkini dapat diakses warga melalui saluran resmi BMKG.
Pembaruan data dapat ditemukan pada situs web https://stamet-yogya.bmkg.go.id/peringatan-hujan-lebat-petir/ dan akun media sosial @infobmkgjogja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang