Iptu Nur Alim Meninggal Saat Amankan Lebaran di Yogyakarta, Sempat Mengeluh Masuk Angin

Iptu Nur Alim, anggota Polresta Yogyakarta, meninggal dunia saat bertugas dalam pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026.
Dalam keseharian, Iptu Nur Alim menjabat sebagai Kanit Lantas Polsek Gedongtengen sekaligus bertugas sebagai Kapospam Pos Tugu Yogyakarta.
“Meninggal dunia waktu kerja,” ujar Kasi Humas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton Budi Susilo, Rabu (25/3/2026).
Dilansir dari , Rabu, Anton mengungkap, Iptu Nur Alim diduga meninggal dunia akibat kelelahan saat menjalankan tugas pengamanan libur Lebaran.
“Diduga beliau karena kelelahan saat pengamanan libur Lebaran,” ujarnya.
Kabar duka ini juga diunggah oleh jajaran Polresta Yogyakarta melalui Instagram resminya.
“Kapolresta Yogyakarta beserta staf dan Bhayangkari mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Iptu Nur Alim Kanit Lantas Polsek Gedongtengen (Kapospam Ops Ketupat Progo 2026 Pos Tugu). Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Aamiin,” tulis Polresta Yogyakarta.
Berpulangnya Iptu Nur Alim menambah daftar anggota Polri yang meninggal saat bertugas mengamankan Lebaran 2026.
Kronologi meninggalnya Iptu Nur Alim
Iptu Nur Alim yang berusia 54 tahun itu disebut tiba-tiba lemas dan jatuh pingsan saat berdinas di pertigaan Pospam kawasan Tugu Yogyakarta, Rabu siang (25/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.
“Beliaunya diketahui pingsan itu jam 11.40 WIB, lalu salah satu pemilik warung datang ke Pospam dan menemui Pak Aris. Selanjutnya Pak Aris langsung di TKP dan beliaunya sudah pingsan, menunggu dari Dokkes Poresta dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bathesda,” kata Anton Budi Susilo saat dikonfirmasi Rabu siang.
Menurut Anton, sehari sebelumnya Iptu Nur Alim sempat mengeluh kurang fit.
Diketahui, sejak Operasi Ketupat Progo 2026 dimulai pada 13 Maret 2026, Iptu Nur Alim selalu bertugas.
“Sehari sebelumnya memang mengeluh sama Pak Aris (Pa Pospam Ops) kondisi badan beliaunya, karena mungkin kelelahan, diduga sempat masuk angin,” imbuh Anton.
Sementara Ipda Aris Purwanto, rekan kerja Iptu Nur Alim mengatakan, setiap harinya Iptu Nur Alim selalu berangkat mulai pagi sampai pukul 00.00 WIB.
Sosok Nur Alim juga menurut Aris Purwanto sangat baik dan sering mengingatkan rekan sesama anggota untuk menjaga kondisi tubuh.
“Beliaunya ini sangat baik sekali terhadap rekan-rekan terutama anggota. Selalu mengarahkan untuk anggota jaga kondisi, jaga kesehatan karena di sini kami mikir 24 jam,” terang Aris.
Iptu Nur Alim sempat berbincang dengan Ipda Aris sesaat sebelum kepergiannya.
Dalam obrolannya terakhirnya tersebut, Iptu Nur Alim menyampaikan bahwa kondisi badannya kurang fit.
Aris sempat mengingatkan kepada Iptu Nur Alim untuk beristirahat dan periksa ke dokter. Namun karena adanya tugas, Iptu Nur Alim tetap berusaha menjalankan kewajibannya mengamankan Ops Ketupat Progo 2026 di wilayah Kota Yogyakarta.
“Pas kami lagi ngobrol ada ibu laporan ke pos. Begitu kami mendatangi TKP itu sudah memar karena jatuh. Diduga beliau sakit karena kelelahan,” ujarnya.
Seusai mengetahui kondisi Iptu Nur Alim yang tidak sadarkan diri, Aris langsung menghubungi ambulans untuk meminta pertolongan.
Pihak biddokes Polresta Yogyakarta turun tangan dan membawa Iptu Nur Alim ke RS Bathesda Yogyakarta.
Namun sayang, nyawa Iptu Nur Alim sudah tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.
Menambah daftar polisi yang gugur saat bertugas di mudik Lebaran
Operasi Ketupat adalah operasi pengamanan Lebaran yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengamankan perayaan Idul Fitri.
Operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang berfokus pada kelancaran, keselamatan, dan keamanan masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Untuk tahun 2026, Operasi Ketupat dijadwalkan berlangsung dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Diberitakan sebelumnya, personel Ditlantas Polda Metro Jaya, Brigadir Fajar Permana, juga dilaporkan meninggal dunia pada Senin (23/3/2026).
Brigadir Fajar mengembuskan napas terakhirnya tepat setelah menyelesaikan tugas pengamanan arus mudik Lebaran 2026 dalam rangka Operasi Ketupat.
Almarhum diduga kuat mengalami kelelahan fisik yang luar biasa (exhaustion) serta gangguan pernapasan setelah berjaga secara maraton di berbagai titik pelayanan masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Ia menyebut kondisi fisik almarhum menurun drastis setelah memberikan pelayanan intensif demi kelancaran arus mudik.
"Polda Metro Jaya sangat kehilangan sosok Bhayangkara muda yang berdedikasi tinggi. Beliau meninggal dunia usai menjalankan amanah negara," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).
Sehari sebelumnya, seorang anggota polisi juga gugur di Pekalongan, Jawa Tengah, yaitu Bripka Septian Eko Nugroho yang bertugas sebagai Banit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan.
Kronologi kejadian bermula saat Bripka Septian bertugas di kawasan Alun-Alun Kajen, Minggu (22/03/2026), sekitar pukul 22.50 WIB.
Usai mengatur lalu lintas, ia beristirahat sejenak di angkringan. Tidak lama kemudian tiba-tiba Bripka Septian jatuh pingsan.
Bripka Septian dilarikan ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.
Di RS, tim medis berusaha memberikan pertolongan resusitasi jantung paru (RJP). Setelah kurang lebih 30 menit berjuang, Bripka Septian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.55 WIB.
Dugaan sementara penyebab kematian adalah serangan jantung.
Diketahui, tubuh Bripka Septian Eko Nugroho dipenuhi koyo saat terakhir ditemukan pingsan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang