Bali dan Yogyakarta Jadi Destinasi Wisata Paling Dicari Saat Libur Lebaran 2026

libur Lebaran 2026, Bali dan Yogyakarta Jadi Destinasi Wisata Paling Dicari Saat Libur Lebaran 2026

Bali, Yogyakarta, dan Bandung, masuk dalam daftar destinasi wisata paling dicari selama libur Lebaran 2026.

"Salah satu research dari online travel agent (OTA), untuk searching (paling banyak dicari) tahun ini pas Lebaran itu ya Denpasar atau Bali, kemudian Yogyakarta, dan Bandung," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini.

Namun, lanjut Made, belum diketahui seberapa banyak pergerakan wisatawan yang akan terjadi di tiga destinasi populer tersebut.

"Mengenai dampak ekonominya itu nanti akan dihitung dulu ya," kata dia dalam konferensi pers Kementerian Pariwisata-Kementerian Perhubungan secara daring pada Selasa (17/3/2026).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sendiri memprediksi Pulau Jawa sebagai destinasi favorit wisatawan selama libur Lebaran 2026.

destinasi populer, memang Pulau Jawa ini adalah sumber ya dari pergerakan wisatawan Nusantara ya," kata Made.

Daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, disebut-sebut sebagai destinasi favorit setiap musim liburan, tidak terkecuali saat periode libur Lebaran 2026.

Di luar dari destinasi wisata di Pulau Jawa, Made juga menyebut Sumatera Barat sebagai destinasi populer selama libur Lebaran.

Kesiapan destinasi wisata

libur Lebaran 2026, Bali dan Yogyakarta Jadi Destinasi Wisata Paling Dicari Saat Libur Lebaran 2026

Ilustrasi hotel.(Unsplash/Marten Bjork)

Meski sejumlah destinasi diprediksi bakal kedatangan banyak wisatawan, Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno, justru menyoroti minimnya jumlah reservasi akomodasi di Yogyakarta dan Bali.

"Karena laporan dari teman-teman di Bali, di Yogyakarta, ini masih agak slow untuk reservasi hotel," ungkap Pauline dalam kesempatan yang sama.

Ia berharap, selain diskon tiket pesawat, pemerintah juga bisa memberikan diskon hotel di destinasi wisata untuk membantu promosi pariwisata setempat.

Misalnya, kata Pauline, diskon hotel berupa bayar dua malam untuk menginap tiga malam, serta bonus antar-jemput dan akses ke atraksi wisata tertentu.

"Sehingga promosi atau diskon yang diberikan oleh pemerintah untuk tiket pesawat ini bisa lebih maksimal. Kemudian juga teman-teman dari Pemda diupayakan untuk melakukan promosi jauh-jauh hari," ungkap Pauline.

Berkaca kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mempromosikan program "Mudik ke Jakarta" sejak jauh-jauh hari, Pauline berharap pemerintah di daerah lainnya juga bisa melakukan hal serupa.

Apalagi periode libur Lebaran 2026 ini berdekatan dengan libur Nyepi 2026 dan momen sembahyang kubur bagi keturunan China.

Sembahyang kubur biasanya dilakukan di kota-kota besar, seperti Medan, Pontianak, dan Bangka Belitung, sehingga periode libur Lebaran banyak dimanfaatkan oleh masyarakat keturunan China untuk pulang ke kampung asalnya.

"Tapi balik lagi apakah memang daerah-daerah ini pun sudah siap mengakomodir kepentingan mereka karena mereka datang enggak cuma dari seluruh Indonesia, tapi juga dari luar negeri," kata Pauline.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang