Imbas Banjir di Sitaro Sulut, Akses Jalan ke Bandara dan Rumah Sakit Tertutup Batu dan Tanah

jalan, akses jalan, banjir, banjir bandang, Imbas Banjir di Sitaro Sulut, Akses Jalan ke Bandara dan Rumah Sakit Tertutup Batu dan Tanah

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Senin (5/1/2026) dini hari mengakibatkan ada salah satu ruas jalan strategis tertutup.

Ruas jalan yang berlokasi di Desa Bahu Sondang, Kecamatan Siau Timur, tertutup oleh batu-batu besar beserta timbunan tanah.

Camat Siau Timur, Riki Ronald mengatakan, ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan warga menuju Rumah Sakit Daerah dan bandara udara (bandara).

"Sebaliknya, warga dari arah Siau Barat dan Siau Timur Selatan juga sangat bergantung pada jalur ini untuk mencapai pelabuhan yang berada di Siau Timur," jelas Riki Ronald pada Selasa (6/1/2026), dikutip dari Tribun Manado.

Oleh karena itu, saat ini sudah ada tiga unit alat berat jenis ekskavator yang dikerahkan untuk membuka akses jalan.

Aparat gabungan dari TNI-Polri, BNPB, serta instansi pemerintah daerah terlihat bersiaga di lokasi untuk mengawal dan membantu proses evakuasi material.

Lokasi pembersihan juga terpantau ramai oleh warga setempat yang ingin melihat langsung proses pembersihan material sisa bencana.

14 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan data Polres Sitaro pada Selasa (6/1/2026), jumlah total korban terdampak banjir di Pulau Siau sebanyak 36 orang.

Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi menyampaikan, dari total jumlah korban di atas, sebanyak 14 orang meninggal dan empat orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh aparat gabungan termasuk TNI-Polri dan Basarnas.

"Sementara korban luka-luka hingga saat ini ada 18 orang," ujarnya dikutip dari Tribun Manado.

Sebelumnya berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (5/1/2026) pukul 19.00 WIB, bencana ini turut berdampak terhadap 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi.

"Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids ware, dan makanan siap saji di pengungsian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi.

Wilayah Terdampak Meluas Jadi Empat Kecamatan

Lanjut Abdul Muhari, nerdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak meluas dari tiga kecamatan menjadi empat kecamatan, yang meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Merespon keadaan darurat ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 selama 14 hari sejak 5-18 Januari 2026.

"Untuk keperluan pembukaan akses jalan yang putus BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat (excavator dan wheel loader) ke Lokasi bencana dengan target kerja ketika cuaca telah memungkinkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, banjir bandang Sitaro terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.

Dalam visual yang diterima oleh BNPB material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.

Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul "Jalur Penting Menuju Bandara dan RS di Siau Sitaro Masih Tertutup Longsor, 3 Alat Berat Dikerahkan" dan "Update Total Korban Terdampak Banjir Bandang di Siau Sitaro: 18 Orang Luka, 14 Meninggal, 4 Hilang"

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang