Bupati Gus Irawan Sebut 15 Korban Meninggal dalam Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan, Gus Irawan, banjir, longsor, Sumatera Utara, gus irawan, sumatera utara, Bupati Gus Irawan, Bupati Gus Irawan Sebut 15 Korban Meninggal dalam Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan

 Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) hingga Rabu (26/11/2025) sore menyebabkan kerusakan parah.

Sebanyak 15 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 5.000 orang harus mengungsi akibat terisolasi oleh bencana tersebut.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengonfirmasi bahwa jumlah korban yang meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 15 orang. 

"Untuk korban meninggal yang sudah terdata ada sebanyak lima belas orang. Dan yang mengungsi diperkirakan sedikitnya 5.000 orang," ungkap Gus Irawan Pasaribu dalam wawancara via telepon pada Rabu sore, dikutip Kompas.com (26/11/2025). 

Gus Irawan juga menyampaikan bahwa upaya evakuasi terus dilakukan oleh Pemkab Tapanuli Selatan, bersama dengan Polri, TNI, SAR, dan pihak-pihak terkait lainnya. 

"Upaya evakuasi masyarakat dan korban banjir serta longsor, sampai saat ini masih terus berlangsung," ujarnya.

Langkah Penanganan Bencana di Tapanuli Selatan

Pemerintah daerah telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi dampak bencana. 

Akses jalan yang tertutup material longsor sudah mulai dibuka, dan sejumlah pos pengungsian, dapur umum, serta pos kesehatan telah didirikan. 

Selain itu, distribusi bantuan logistik juga sedang berjalan, guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) juga mengirimkan bantuan logistik untuk meringankan beban warga terdampak bencana. 

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mengungkapkan bahwa bantuan yang dikirimkan antara lain minyak goreng, gula putih, teh celup, mi instan, dan ikan sarden.

“Sudah (dikirim) di Tapsel (Tapanuli Selatan) tadi, di Tapanuli Tengah dilaporkan pak bupati nelpon secara langsung,” terang Bobby setelah melakukan penanaman cabai merah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Selasa (25/11), dikutip Antara. 

Peringatan BMKG dan Imbauan untuk Mitigasi Bencana

Bencana banjir bandang dan tanah longsor ini juga terjadi di beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal. 

Bobby Afif Nasution mengungkapkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan mengenai potensi hujan lebat yang diperkirakan terjadi pada November dan Desember 2025.

"Di Tapanuli Tengah ada korban jiwa. Tadi saya sampaikan tolong dimonitor terus kondisinya utamakan keselamatan masyarakat. Mungkin beberapa hari ke depan saya bisa melihat ke sana," ujarnya.

Gubernur Sumut juga mengingatkan pentingnya mitigasi bencana yang lebih baik kedepannya.

Kepala daerah dan perangkat daerah di Sumatera Utara diminta untuk memahami potensi bencana di wilayah masing-masing agar penanggulangan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. 

Jika kepala daerah se-Sumatera Utara tahu potensi bencana di daerah mereka, maka mitigasi bisa dilakukan bersama-sama. 

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: .

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang