Akses Menuju Desa Tempur Jepara Kembali Tertutup Longsor, Kali Ketiga di Tahun Ini

Jalur menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara melalui rute Damarwulan–Tempur kembali tidak dapat dilalui pada Kamis (26/3/2026).
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jepara sepanjang hari memicu jatuhnya batu-batu berukuran besar serta material longsor lain yang menutup badan jalan.
Sekretaris Desa Tempur, Mahfudz Aly, menyampaikan bahwa jalur tersebut sebelumnya sudah dua kali terdampak longsor pada awal 2026.
Setelah sempat dibersihkan dan bisa dilintasi, material longsor kembali menutup akses sejak Kamis siang.
Ia menuturkan, hingga Jumat (27/3/2026) pagi, jalan tersebut masih belum dapat dibuka.
Masih terdapat dua batu besar serta sejumlah batu lain yang menghalangi badan jalan.
Proses evakuasi belum maksimal
Proses evakuasi material longsor belum maksimal karena warga khawatir akan adanya longsor susulan, mengingat kondisi tebing yang masih labil.
Selain itu, hujan diperkirakan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan.
"Sementara akses jalan masyarakat lewat Medani-Cluwak Kabupaten Pati. Kelihatannya masih berpotensi terjadi longsor susulan," terang Mahfudz.
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menambahkan, longsor terjadi di titik yang sama seperti kejadian sebelumnya.
Meski alat berat telah disiagakan di lokasi, pembersihan belum dapat dilakukan karena masih ada batu-batu besar yang menggantung di atas tebing.
Ia berharap batu-batu tersebut segera runtuh agar tidak membahayakan warga yang beraktivitas di bawahnya.
"Sementara akses jalan kami tutup. Alat berat belum bisa merapat ke dekat lokasi longsoran karena masih berpotensi terjadi longsor susulan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang