Top 6+ Siswa Kasus Perundungan di SMA Losarang Minta Maaf, Kini Dijadikan Duta Anak Baik

kabupaten indramayu, perundungan siswa, Siswa dirundung teman sekelas di Sumenep, SMAN 1 Losarang, 6 Siswa Kasus Perundungan di SMA Losarang Minta Maaf, Kini Dijadikan Duta Anak Baik

Proses mediasi antara pihak sekolah dan kepolisian terkait dugaan perundungan di SMA Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, telah digelar pada Kamis (20/11/2025).

Dalam pertemuan itu, enam siswa yang diduga terlibat tak kuasa menahan tangis saat meminta maaf kepada orang tua mereka.

Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh pihak terkait hadir, mulai dari korban, siswa terlibat, hingga para orang tua. Dalam mediasi tersebut, mereka diarahkan untuk saling memaafkan.

Kepala SMA Negeri 1 Losarang, Ade Sumantri, mengatakan bahwa mediasi dilakukan bersama kepolisian serta perangkat pemerintahan. Hasilnya, semua pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Berawal dari Candaan yang Berlebihan

Ade menjelaskan, insiden yang sempat menghebohkan itu bermula dari candaan yang dianggap keterlaluan.

“Mungkin karena berguraunya terlalu sehingga ada yang sakit hati, makanya hari ini kita pertemukan,” ujarnya.

Ia memastikan tidak ada temuan kekerasan fisik pada tubuh korban berdasarkan hasil pemeriksaan. Karena itu, kejadian tersebut dipandang sebagai persoalan yang harus dibina tanpa mengabaikan perlindungan terhadap semua pihak.

“Saya yakin kejadian ini menjadi titik balik agar mereka menjadi anak yang lebih baik,” ungkapnya.

Dijadikan Duta Anak Baik

Sebagai bentuk sanksi dan pembinaan, enam siswa yang terlibat akan ditugaskan sebagai duta anak baik di sekolah. Mereka diwajibkan menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan kegiatan lainnya.

Mereka juga akan berada dalam pengawasan khusus. Tidak boleh terlambat, wajib mengikuti seluruh kegiatan sekolah, termasuk salat berjamaah.

“Mereka akan kami jadikan duta anak baik di sekolah. Mudah-mudahan ini bisa berhasil,” kata Ade.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Rabu (19/11/2025), bertepatan dengan perayaan Milad SMA Negeri 1 Losarang. Ketika sebagian besar guru dan siswa fokus pada acara, para siswa yang diduga terlibat diduga keluar dari kegiatan dan membuat candaan yang memicu insiden tersebut.

Ade mengungkapkan, kejadian bermula saat korban diduga mengacungkan jari tengah sehingga membuat kakak kelasnya tersinggung. Peristiwa itu kemudian berlanjut dan terekam dalam video berdurasi 18 detik.

“Setelah terjadi ikatan itu juga yang bersangkutan (korban) tuh ngiket kembali, ngiket temannya. Tapi momen itu tidak tervideokan, akhirnya menimbulkan narasi yang luar biasa (dugaan perundungan),” ujarnya.

Ia juga meminta agar video yang sempat beredar tidak disebarluaskan lebih jauh demi melindungi psikologi para siswa yang terlibat.

“Ini karena masa depan mereka masih panjang,” tegasnya.

Meski kasus dianggap selesai lewat mediasi, pihak sekolah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.