Bukan Cuma Mainan, Psikolog Sebut Kartu Koleksi Baik untuk Perkembangan Anak
Bukan hanya sebagai hobi, kartu koleksi (collectible cards) ternyata dapat menjadi media belajar, bermain, sekaligus sarana membangun ikatan emosional lintas generasi. Ini bisa menjadi cara menarik untuk mengajarkan anak di tengah gempuran gawai dan hiburan digital.
Psikolog Mutiara Tioni Asprilia, S.Psi., M.Psi., menilai aktivitas mengoleksi kartu memiliki dampak positif bagi perkembangan emosional, kognitif, hingga sosial anak dan remaja. Proses mengoleksi bukan sekadar tentang memiliki barang, melainkan bagian dari pengalaman bermain yang bermakna.
“Mengoleksi kartu dapat menjadi sarana belajar dan mengembangkan identitas dalam berbagai rentang usia,” ujar Mutiara dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu, 28 Januari 2026.
Melihat nilai edukatif, pelaku industri gaya hidup pun mulai menghadirkan collectible cards dengan pendekatan yang lebih bermakna. Salah satunya, OH!SOME, meluncurkan PIXAR Collectible Cards serta 1 Play × MLBB M7 World Championship 2026 E Series Trading Card Collection sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman pelanggan.
“Peluncuran menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk gaya hidup yang fun, relevan, dan bermakna, sekaligus memperkaya pengalaman berbelanja pelanggan,” kata Head of Brand OH!SOME, Jonathan Qiaowenlong.
Menurut Jonathan, collectible cards tidak hanya menawarkan kesenangan visual, tetapi juga membuka ruang interaksi, eksplorasi minat, dan pembelajaran yang dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia.
Lebih lanjut, Mutiara menguraikan manfaat kartu koleksi dalm mendukung tumbuh kembang anak. Apa saja? Simak ulasan lengkap berikut ini.
1. Mempelajari Nilai Barang
Mutiara menuturkan, pendampingan yang tepat mendorong anak hingga remaja dapat memahami nilai suatu benda secara lebih mendalam. Tidak hanya dari sisi kepemilikan, tetapi juga melalui proses berpikir, memilih, dan mengelola emosi.
“Anak dan remaja dapat mempelajari nilai akan suatu benda dan menggunakannya sembari mengembangkan kemampuan berpikir strategis dari segi berpikir kritis, membuat pilihan, regulasi emosional, juga relasional,” jelasnya.
2. Belajar Tanggung Jawab Sejak Dini
Mutiara menambahkan, memiliki koleksi sejak usia dini juga membantu anak belajar tentang tanggung jawab. Anak diajak untuk merawat, menyimpan, dan menjaga koleksi yang dimilikinya.
3. Melatih Kemampuan Komunikasi dan Kepercayaan Diri
Selain itu, aktivitas ini turut melatih kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri, terutama ketika anak berbagi cerita atau berinteraksi dengan teman yang memiliki minat serupa.
“Mengoleksi kartu mengajarkan nilai benda secara lebih bermakna, bukan hanya sekadar dari sisi kepemilikan,” tegas Mutiara.
4. Ruang Nostalgia Keluarga
Tak hanya bermanfaat bagi anak, collectible cards juga menghadirkan unsur nostalgia bagi orang tua. Karakter dan cerita yang familiar dari masa kecil mampu menciptakan kedekatan emosional yang hangat dalam keluarga.
Orang tua dapat mengenang tokoh favorit mereka di masa lalu, sekaligus berbagi cerita dan pengalaman dengan anak. Momen ini menjadikan aktivitas mengoleksi terasa lebih personal dan bermakna, bukan sekadar transaksi membeli barang.
Nuansa nostalgia tersebut memperkaya interaksi keluarga dan membuka ruang dialog lintas generasi yang jarang tercipta di tengah rutinitas modern.