Kasus 502 Siswa Keracunan MBG di Cisarua: Dapur Penuh Lalat dan Tak Higienis
— Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah fakta mencengangkan terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cisarua, Jawa Barat.
Ketua Tim Investigasi BGN di lapangan, Karimah Muhammad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meninjau dua dapur penyedia makanan MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisarua Jambudipa 1 dan SPPG Cisarua Pasirlangu, pada Kamis (16/10/2025).
“Untuk penyebab pasti dari insiden keamanan pangan ini masih harus menunggu hasil dari uji laboratorium di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat,” kata Karimah di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Temuan Lapangan: Dapur Kotor, Banyak Lalat, dan Air PDAM
Tim BGN mendapati adanya kontaminasi silang dari bahan pangan yang digunakan di kedua dapur tersebut. Selain itu, distribusi makanan dari SPPG Cisarua Jambudipa 1 juga terlambat dihentikan meski laporan KLB telah diterima sejak pukul 10.00 WIB.
Investigasi juga menemukan bahwa kondisi kebersihan dapur dan lingkungan sekitar sangat tidak memenuhi standar. Infrastruktur dapur, peralatan memasak, hingga pengelolaan bahan makanan masih jauh dari ketentuan keamanan pangan.
Fakta lain yang terungkap, dapur SPPG Cisarua Pasirlangu terletak berdekatan dengan kebun warga dan ditemukan banyak lalat di area dapur. Selain itu, kedua dapur diketahui masih menggunakan air baku dari PDAM untuk mencuci bahan makanan dan memasak.
Sebagai catatan, program MBG merupakan salah satu program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai berjalan bertahap sejak 6 Januari 2025. Program ini menargetkan siswa PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat.
Dua Dapur MBG Dihentikan Operasionalnya
Atas berbagai temuan tersebut, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kedua dapur MBG di Cisarua.
Keduanya diwajibkan segera memperbaiki infrastruktur, meningkatkan higienitas dapur, memperbaiki sistem sanitasi, serta melakukan pembenahan dalam manajemen distribusi. Selain itu, mereka juga harus mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum kembali beroperasi.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat menelusuri sumber kejadian dan memastikan penanganan korban.
“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Kami telah mengirim tim investigasi untuk memastikan penyebabnya dan memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan penanganan yang layak,” ujar Nanik.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap keamanan pangan dalam program MBG akan diperketat di semua tahapan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Kami pastikan standar kebersihan dan keamanan pangan diterapkan secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Kronologi Keracunan MBG di Cisarua
Kasus keracunan bermula pada Selasa (14/10/2025), ketika 115 siswa SMP Negeri 1 Cisarua mengalami gejala pusing, mual, dan muntah usai menyantap menu MBG dari SPPG Cisarua Jambudipa 1.
Menu yang disajikan hari itu adalah ayam black pepper, tahu goreng, tumis wortel brokoli, dan buah melon.
Keesokan harinya, Rabu (15/10/2025), tujuh siswa lainnya juga melaporkan gejala serupa. Tiga di antaranya merupakan penerima makanan dari SPPG Cisarua Jambudipa 1, sementara empat lainnya berasal dari SPPG Cisarua Pasirlangu yang menyajikan menu ayam yakiniku, edamame, tempura jamur tiram, dan semangka.
Hingga Rabu malam (15/10/2025) pukul 23.41 WIB, total siswa terdampak keracunan mencapai 502 orang. Dari jumlah tersebut, 452 siswa sudah dipulangkan untuk rawat jalan, sementara 50 siswa lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada Kamis (16/10/2025), jumlah siswa yang masih dirawat inap tersisa enam orang di RSUD Lembang.
Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul 502 Siswa di Cisarua Keracunan MBG, Temuan Tim Investigasi BGN: Banyak Lalat di Dapur SPPG
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.