Kasus Siswa SD Diduga Bunuh Ibu di Medan, Prarekonstruksi 43 Adegan, Psikologi Pelaku Masih Diobservasi

Kasus pembunuhan seorang ibu yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya yang masih di bawah umur di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, terus menjadi perhatian publik dan aparat penegak hukum.
Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Korban berinisial F (42) ditemukan tewas di kamar tidur lantai satu rumahnya dengan sejumlah luka tusukan.
Terduga pelaku adalah anak perempuan korban berinisial AI atau AL, berusia 12 tahun 37 hari, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD).
Prarekonstruksi Digelar dengan 43 Adegan
Polrestabes Medan telah menggelar prarekonstruksi kasus tersebut pada Minggu (14/12/2025) di lokasi kejadian. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih enam jam dan memeragakan 43 adegan yang menggambarkan kronologi peristiwa secara rinci.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, prarekonstruksi dilakukan untuk menyempurnakan proses penyidikan dan penyelidikan lanjutan.
“Kurang lebih enam jam tim telah melaksanakan prarekonstruksi kedua. Prarekonstruksi hari ini kami lakukan dengan pemeran sesuai dengan fakta aslinya. Setidaknya ada 43 adegan,” kata Calvijn di lokasi, Minggu (14/12/2025).
Ia menjelaskan, prarekonstruksi pertama sebelumnya telah dilakukan di lokasi pengganti, yakni di Polrestabes Medan.
mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan proses penyelidikan lanjutan yang kami laksanakan,” ujar Calvijn.
Selain prarekonstruksi, polisi juga kembali melakukan penggeledahan di rumah korban.
“Ada beberapa barang-barang yang kami bawa untuk didalami,” tambahnya.
Penanganan Hati-hati karena Pelaku Anak di Bawah Umur
Calvijn menegaskan, kepolisian sangat berhati-hati menangani kasus ini karena terduga pelaku masih anak di bawah umur. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan psikolog serta petugas dari Dinas Perlindungan Anak.
“Kami masih menunggu hasil assessment psikologi yang dilakukan oleh dinas perlindungan anak dan tim terkait,” kata Calvijn.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak berspekulasi.
“Kami minta masyarakat menjaga etika dan memberikan ruang bagi proses hukum yang adil dan transparan,” ujarnya.
Kesaksian Kepala Lingkungan
Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, menjadi salah satu pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian. Ia menggambarkan kondisi korban saat ditemukan.
“Saya lihat korban sudah tergeletak di dalam kamar lantai satu, di atas kasur,” kata Tono kepada Kompas.com.
Menurut Tono, kondisi kedua anak korban juga berbeda saat itu.
“Kalau kondisi kakaknya waktu itu jari-jarinya terluka, jadi diobati dokter yang datang. Terus adiknya (AL) terduduk saja di sofa ruang tamu,” tuturnya.
Ia menambahkan, AL tidak menunjukkan ekspresi menangis, sementara sang ayah tak kuasa menahan tangis.
“AL tidak menangis sama sekali. Kalau suaminya, menangis melihat istrinya sudah meninggal dunia,” ujar Tono.
Tono juga menjelaskan posisi tidur keluarga sebelum kejadian.
“Posisi tidurnya, istri sama dua anaknya di kamar lantai satu. Kalau suaminya di lantai dua,” ucapnya.
Warga sekitar mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Menurut Tono, keluarga korban dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Kalau kata warga, anak-anaknya ini setiap pulang sekolah langsung di rumah saja. Jadi jarang berinteraksi sama tetangga,” katanya.
AI juga dikenal sebagai anak yang pendiam, ramah, dan berprestasi di sekolah, sehingga kasus ini semakin mengejutkan warga sekitar.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan, penyelidikan masih terus berjalan.
“Kami masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Bayu kepada Kompas.com, Jumat (12/12/2025).
Ia menyebut, selain terduga pelaku, polisi juga telah memeriksa ayah dan kakak korban.
“Selain dia (AL), kakak dan ayahnya juga sudah diperiksa,” ujarnya.
Bayu menambahkan, kondisi psikologis terduga pelaku masih belum stabil.
“Kondisi psikologisnya masih belum stabil, sehingga kami memberikan pendampingan dari Dinas Sosial dan UPT PPA Provinsi Sumut,” ucap Bayu.
Psikologi Forensik Masih Diobservasi
Kanit PPA Polrestabes Medan Iptu Dearma Agustina menyampaikan, observasi psikologi forensik terhadap terduga pelaku masih berlangsung.
“Masih kami observasi psikologi forensik. Sudah dua hari kami lakukan observasi,” ujar Dearma, Jumat (12/12/2025).
Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa terduga pelaku merupakan siswi SMP.
“Bukan SMP, tapi SD di salah satu sekolah di Medan,” jelasnya.
Dearma menegaskan, penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk memastikan fakta sebenarnya.
“Intinya masih penyelidikan, untuk memastikan siapa pelaku atau memang itu pelaku utama atau ada pelaku lainnya. Saksi ayah dan kakaknya pelaku juga sudah diperiksa. Anak itu juga sudah mengaku,” ungkapnya.
Di tengah penyelidikan, muncul isu di media sosial terkait dugaan masalah rumah tangga korban, termasuk kabar perselingkuhan dan rencana perceraian.
Namun, informasi tersebut belum terkonfirmasi dan masih didalami oleh kepolisian.
Polisi meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pendapat Praktisi Hukum
Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur.
Ia menyarankan agar pemeriksaan dilakukan oleh polisi wanita dengan pendampingan psikolog.
Dwi juga mempertanyakan aspek teknis kasus tersebut.
Menurutnya, perlu penyidikan mendalam untuk memastikan apakah secara fisik seorang anak mampu melakukan penyerangan dengan jumlah tusukan yang signifikan.
Ia mengimbau media dan masyarakat menjaga etika jurnalistik, tidak melakukan penghakiman, serta menghormati hak anak yang berhadapan dengan hukum.
Hingga kini, Polrestabes Medan terus mengumpulkan bukti dan fakta baru untuk mengungkap motif serta memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan ibu oleh anak di Medan Sunggal ini.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Tribun-Medan.com dengan judul UPDATE Kasus Siswi Kelas 6 SD di Medan Diduga Bunuh Ibunya, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang