Top 5+ Fakta Sarwendah Diduga Pakai Buzzer dalam Video Minta Maaf, Bayarannya Segini
Sarwendah masih terus menjadi sorotan publik setelah video permintaan maaf yang diunggahnya viral di media sosial. Alih-alih meredakan polemik yang tengah bergulir, video tersebut justru memunculkan kontroversi baru setelah muncul dugaan adanya pengerahan buzzer untuk membanjiri kolom komentar dengan narasi positif.
Isu ini mencuat di tengah ramainya pembahasan mengenai perseteruan Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu. Tak sedikit netizen yang kemudian mempertanyakan keaslian dukungan yang muncul di media sosial setelah beredarnya tangkapan layar yang diduga berisi instruksi komentar berbayar.
Meski hingga kini belum ada bukti yang mengonfirmasi kebenaran tudingan tersebut, perbincangan terus meluas dan menjadi salah satu topik hangat di dunia maya. Berikut sejumlah fakta yang membuat isu dugaan buzzer dalam video permintaan maaf Sarwendah menjadi ramai diperbincangkan.
1. Berawal dari Unggahan Akun Threads
Perdebatan ini bermula dari unggahan akun Threads bernama @arfdeatan pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun membagikan tangkapan layar yang diduga menunjukkan adanya arahan untuk memberikan komentar positif pada video permintaan maaf Sarwendah yang beredar di berbagai platform media sosial. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu rasa penasaran netizen.
2. Muncul Dugaan Imbalan untuk Komentar Positif
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah adanya nominal yang diduga sebagai bayaran bagi pihak yang bersedia memberikan komentar positif. Dalam tangkapan layar yang viral, tertulis sebagai berikut.
“Like, komen positif Facebook. Fee, Rp350p," tulis unggahan tersebut yang dikutip Minggu, 7 Juni 2026.
Tulisan tersebut langsung menjadi bahan diskusi karena tidak dijelaskan secara rinci apa arti nominal yang dimaksud. Sebagian netizen menafsirkan huruf "p" sebagai singkatan dari "perak", sementara lainnya menduga nominal tersebut merujuk pada ribuan rupiah.
3. Disediakan Contoh Narasi Komentar
Hal lain yang membuat publik semakin penasaran adalah munculnya contoh komentar yang disebut-sebut harus digunakan oleh para pemberi komentar.
"Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya. Tetap semangat ya."
"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan."
4. Ada Instruksi Agar Komentar Tidak Sama
Menariknya, dalam tangkapan layar yang beredar juga terdapat arahan agar komentar tidak ditulis persis sama. Instruksi tersebut berbunyi:
"NARASI KOMEN (tolong jangan copas komennya, kembangkan dan jangan samakan dengan lain)."
Bagian inilah yang membuat sebagian netizen menduga adanya upaya untuk membuat komentar terlihat lebih natural dan tidak terkesan dibuat secara massal.
Namun hingga kini, belum ada pihak yang dapat memverifikasi keaslian tangkapan layar tersebut.
5. Pemilik Akun Mengaku Menolak Tawaran Tersebut
Akun yang pertama kali membagikan tangkapan layar itu mengaku tidak tertarik mengikuti arahan yang diduga berisi permintaan komentar berbayar. Ia bahkan secara terbuka menuliskan sindiran:
"Cih, gue juga nggak butuh fee receh lu,” tulisnya.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi lagi dari pihak Sarwendah terkait dengan duggan buzzer bayaran dalam video permintaan maafnya tersebut.