TNI AD Siapkan Prajurit Terlatih untuk Misi Perdamaian Gaza, Fokus pada Kesehatan dan Mental
Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) berencana mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, dengan seleksi ketat untuk memastikan kesiapan fisik dan mental prajurit yang akan berangkat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel TNI Inf Donny Pramono, menegaskan bahwa seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan ketahanan fisik serta kemampuan mental yang sangat dibutuhkan dalam misi perdamaian ini.
Seleksi Ketat: Kesehatan dan Psikologi Jadi Prioritas
Seleksi prajurit yang akan berangkat ke Gaza tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga psikologi prajurit.
Mengingat misi perdamaian adalah operasi yang berlangsung di lingkungan berisiko tinggi, setiap calon prajurit wajib menunjukkan kemampuan fisik yang prima dan mental yang stabil.
“Di lingkungan TNI AD sendiri, seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap, dengan penekanan utama pada kondisi kesehatan dan psikologi prajurit,” ujar Donny Pramono kepada Kompas.com pada Kamis (20/11/2025).
TNI AD memastikan bahwa prajurit yang dipilih tidak hanya memiliki kemampuan fisik yang mumpuni, tetapi juga mampu mengelola stres dan tekanan dalam situasi yang penuh risiko.
Pentingnya Pemahaman Mandat Misi dan Hukum Internasional
Selain tes fisik dan psikologi, TNI AD menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai mandat misi, resolusi PBB, dan aturan pelibatan.
Para prajurit yang terpilih diharapkan bisa bekerja dengan profesionalisme tinggi dan membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang penuh tantangan, dengan tetap mengikuti hukum internasional.
“Prinsipnya, TNI AD selalu memastikan bahwa setiap prajurit yang diberangkatkan ke misi perdamaian adalah personel yang paling layak, terlatih, dan siap menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi,” tambah Donny Pramono.
Kementerian Pertahanan Menunggu Arahan Presiden Prabowo
Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menunggu instruksi dari Presiden Prabowo Subianto setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui mekanisme keamanan untuk Gaza.
Kolonel TNI Arm Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, mengungkapkan bahwa keputusan final akan tetap berada di tangan Presiden.
“Seluruh keputusan tetap berada pada arahan Presiden,” kata Rico Ricardo Sirait dalam konfirmasi pada Rabu (19/11/2025).
Meskipun PBB telah mengadopsi resolusi yang membuka peluang untuk pasukan internasional, keputusan terkait penugasan Indonesia baru akan diputuskan setelah mendapat arahan dari Presiden Prabowo.
Peran Pasukan Perdamaian PBB di Gaza
Pasukan perdamaian yang akan dikerahkan ke Gaza memiliki tugas besar untuk memastikan keamanan warga sipil, menjaga stabilitas di wilayah pascakonflik, dan mengawal bantuan kemanusiaan.
Pasukan internasional ini juga bertugas untuk mengamankan Gaza dan memastikan proses demiliterisasi berjalan lancar.
Pasukan ini juga bekerja untuk melindungi personel PBB dan memastikan bahwa proses perdamaian di Gaza tetap berjalan, meskipun wilayah tersebut masih rawan konflik.
Dalam konteks ini, pasukan perdamaian akan berfokus pada perlindungan warga sipil dan monitoring proses perdamaian, sambil berkoordinasi dengan pasukan keamanan lokal dan masyarakat untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia Siap Berkontribusi untuk Perdamaian Dunia
Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk berperan dalam misi perdamaian internasional.
Sebagai negara yang memiliki pengalaman panjang dalam menjaga stabilitas global, Indonesia siap memberikan kontribusi melalui pasukan perdamaian PBB di Gaza.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Indonesia Akan Terlibat dalam Pasukan Perdamaian Gaza, Apa Itu?.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.