Dewan Perdamaian Gaza Resmi Jadi Organisasi Internasional, 19 Negara Teken Piagam

Presiden RI Prabowo Subianto meneken dokumen komitmen Indonesia gabung Dewan Perdamaian Gaza
Presiden RI Prabowo Subianto meneken dokumen komitmen Indonesia gabung Dewan Perdamaian Gaza

Piagam Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza yang diprakarsai Amerika Serikat resmi mulai berlaku dan menjadikan badan tersebut sebagai organisasi internasional, kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Kamis. 

“Piagam ini kini telah sepenuhnya berlaku, dan Dewan Perdamaian kini menjadi organisasi internasional resmi,” ujar Leavitt dalam upacara penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza yang digelar di Davos, Swiss. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump siap berinteraksi dengan pihak mana pun selama langkah tersebut sejalan dengan upaya menciptakan perdamaian. 

“Dewan Perdamaian ini akan menjadi contoh tentang apa yang mungkin dilakukan di bagian lain dunia. Inilah yang bisa dicapai di tempat lain dan dalam konflik-konflik lain yang saat ini tampak mustahil diselesaikan,” kata Rubio. 

Piagam tersebut ditandatangani oleh 19 negara serta Kosovo, berdasarkan siaran resmi acara penandatanganan pada Kamis. Selain Amerika Serikat, negara-negara penandatangan meliputi Armenia, Argentina, Azerbaijan, Bahrain, Bulgaria, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. 

Sementara itu, Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff mengatakan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Washington itu tidak hanya akan beroperasi di Jalur Gaza, tetapi juga di wilayah lain yang membutuhkan upaya stabilisasi dan rekonstruksi. 

“Kami telah memulangkan para sandera, seluruh jenazah kecuali satu, yang akan kami pulangkan juga. Dan, mungkin yang paling penting, kami telah memberi harapan tentang apa yang bisa dibawa masa depan bagi Gaza dan semua tempat lain di mana Dewan Perdamaian akan beroperasi,” ujar Witkoff.