Jusuf Kalla Nilai Dewan Perdamaian Gaza Harus Libatkan Warga Palestina-Israel

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla

 Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak boleh hanya melibatkan negara-negara besar, tetapi juga harus melibatkan masyarakat lokal, yakni warga Palestina dan Israel.

Menurutnya, niat perdamaian harus dimulai dari pemahaman terhadap akar masalah di masyarakat. Namun, ia menilai, selama ini masih terdapat kekurangan dalam proses perdamaian, khususnya minimnya keterlibatan warga setempat.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Charles III berdiskusi di Lancaster House

"Kalau ingin memperbaiki kampung orang, tentu orang kampung itu sendiri harus terlibat. Jangan sampai yang berdamai justru tidak melibatkan masyarakat yang terdampak langsung," kata Jusuf Kalla dalam keterangan yang diterima, dikutip Senin, 27 Januari 2026.

Perdamaian, Jusuf Kalla menekankan, tidak cukup hanya diinisiasi oleh negara-negara besar. Masyarakat lokal, sebagai pihak yang mengalami langsung konflik, harus diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam proses rekonsiliasi dan pembangunan kembali.

Selain itu, ia juga menyinggung gagasan perdamaian yang digagas oleh Trump. Dalam konteks tersebut, ia menyebut Indonesia perlu mendorong agar inisiatif tersebut tidak bersifat elitis.

"Indonesia perlu mendorong keterlibatan masyarakat setempat. Jangan hanya negara-negara besar yang menentukan, tetapi juga warga di wilayah konflik harus dilibatkan dalam membangun dan mendamaikan negaranya sendiri," katanya.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa tanpa keterlibatan masyarakat lokal, proses perdamaian akan sulit berjalan efektif dan berkelanjutan.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Charles III

Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Charles III

Dewan Perdamaian untuk Gaza yang digagas Trump diluncurkan pada Kamis, 22 Januari 2026 pada sela acara World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss.

Presiden RI Prabowo Subianto ikut menandatangani piagam tersebut, menandakan keikutsertaan Indonesia dalam badan internasional itu. (Ant)