Kemhan RI Perkuat Kedaulatan dan Modernisasi TNI AD Lewat Teknologi Battle-Proven Perancis

Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo mengunjungi booth KNDS
Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo mengunjungi booth KNDS

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi kapasitas tempur TNI AD dengan teknologi yang telah teruji di medan laga (battle proven).

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo saat menyambangi booth KNDS, produsen pertahanan terkemuka asal Prancis di ajang Singapore Airshow 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Singapore Airshow 2026 menjadi kiblat teknologi pertahanan Asia. Di tengah ribuan eksibitor, KNDS menjadi magnet utama dengan memamerkan portofolio elite. 

Selain sang legenda CAESAR 155mm self-propelled howitzer, KNDS juga menampilkan generasi terbaru Tank Tempur Utama (MBT) Leopard 2 serta berbagai lini amunisi mutakhir.

Delegasi Indonesia meninjau langsung kesiapan teknologi amunisi yang dipamerkan dalam ajang ini, yang mencakup kaliber 120mm, 155mm, dan 105mm, yang merupakan komponen vital dalam ekosistem pertahanan darat modern.

"Singapore Airshow adalah ajang strategis bagi KNDS untuk menunjukkan bahwa pertahanan darat, khususnya artileri dan amunisi kaliber besar, tetap menjadi elemen vital terutama di Asia Tenggara," ujar Thomas Gerard, Chief of Representative KNDS di Indonesia. 

Ia lebih lanjut menekankan bahwa “teknologi seperti CAESAR dirancang untuk menjawab tantangan militer Asia Tenggara yang dinamis, yang menuntut fleksibilitas tinggi.”

Pertemuan di booth KNDS tersebut menjadi momentum krusial untuk membahas mengenai CAESAR dan amunisi kaliber besar 120mm dan 155mm yang akan diproduksi oleh PT Pindad sebagai tindak lanjut dari Letter of Intent (LOI) yang telah ditandatangani oleh kedua Kementerian Pertahanan dan Prancis pada Mei 2025. 

KNDS menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk melanjutkan kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Prancis guna meningkatkan kesiapan tempur TNI AD.

"Fokus utama dari pertemuan ini adalah realisasi pengadaan unit tambahan (batch) artileri CAESAR, beserta seluruh peralatan pendukung yang diperlukan, amunisi artileri, serta lokalisasi terkait. Langkah ini diambil guna memastikan unit-unit baru tersebut dapat terintegrasi secara mulus dengan sistem yang saat ini telah dioperasikan oleh TNI AD," tutur Thomas Gerard.

Bagi TNI Angkatan Darat, Camion Équipé d’un Système d’Artillerie (CAESAR) telah menjadi bagian dari kekuatan pemukul sejak 2012. Saat ini, Indonesia merupakan operator sistem CAESAR terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.

Keandalan sistem ini, terutama taktik "shoot-and-scoot" yang memungkinkan penembakan akurat dan segera berpindah posisi sebelum terdeteksi lawan telah menjadi standar baru dalam peperangan modern. Pemerintah kini melangkah mantap menuju fase penguatan yang lebih masif melalui unit-unit tambahan ini guna memastikan supremasi artileri yang berkelanjutan.

Langkah strategis Kemhan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 84 Tahun 2025 mengenai penataan struktur TNI. Artileri masa depan bukan lagi sekadar meriam raksasa, melainkan sistem yang mampu terhubung dengan jaringan Command and Control (C2) secara real-time.

Satu poin krusial yang terus dikawal pemerintah adalah skema Transfer of Technology (ToT) dengan PT Pindad. Kolaborasi dalam produksi amunisi kaliber besar 120mm dan 155mm menjadi jembatan bagi kemandirian industri pertahanan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Realisasi pembelian CAESAR tambahan bukan hanya soal menambah jumlah "moncong meriam", melainkan memastikan Indonesia menjadi hub industri pertahanan di kawasan. Dengan komitmen peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), setiap investasi negara diharapkan berbalik menjadi penguatan ekonomi domestik dan penguasaan teknologi tingkat tinggi.

Keteguhan komitmen Indonesia dimulai dari kunjungan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Kantor Pusat KNDS di Paris tahun lalu hingga peninjauan intensif di Singapura kali ini menunjukkan momentum modernisasi yang tidak boleh berhenti. Menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks, penguatan sistem artileri adalah bagian tak terpisahkan dari agenda besar nasional demi menjaga setiap jengkal kedaulatan NKRI.