Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Meredakan Stres

Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Meredakan Stres, Memasak sebagai Bentuk Mindfulness, Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Sarana Ekspresi Kreativitas, Membantu Mengelola Emosi dan Stres, Memperkuat Hubungan Sosial, Mendukung Rutinitas dan Kesehatan Mental

Di tengah gaya hidup serba cepat, aktivitas memasak kerap dianggap sebagai tugas rumah tangga yang melelahkan dan memakan waktu. Padahal, memasak dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi kesehatan mental.

Robert Castellano, M.S., kandidat doktor psikologi klinis di Saybrook University yang bekerja di bidang layanan kesehatan mental, menyebut bahwa memasak dapat menjadi aktivitas yang mendukung kesejahteraan emosional.

“Memasak bisa menjadi pengalaman yang bermakna secara psikologis, bukan hanya sekadar aktivitas untuk menyiapkan makanan,” ujarnya, dikutip dari Psychology Today, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kesadaran diri, kreativitas, hingga membangun koneksi sosial.

Memasak sebagai Bentuk Mindfulness

Castellano menjelaskan bahwa memasak merupakan aktivitas yang melibatkan banyak indera, mulai dari menyentuh bahan makanan, mencium aroma, hingga melihat perubahan bentuk makanan saat dimasak.

Menurut Castellano, proses ini mendorong seseorang untuk fokus pada momen saat ini sehingga dapat membantu mengalihkan pikiran dari kecemasan atau pikiran negatif.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir secara penuh pada saat ini (present moment).

Dengan terlibat dalam aktivitas sederhana seperti mengaduk atau memotong bahan makanan, seseorang dapat merasakan efek menenangkan yang serupa dengan meditasi.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Selain itu, memasak juga dapat meningkatkan rasa percaya diri atau self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya menyelesaikan suatu tugas.

“Memasak memberikan hasil yang nyata berupa hidangan, sehingga seseorang dapat merasakan pencapaian dari usaha yang dilakukan,” kata Castellano.

Ia menambahkan, keberhasilan dalam memasak dapat memberikan rasa kontrol di tengah situasi yang tidak pasti, sehingga membantu memperkuat kondisi mental.

Sarana Ekspresi Kreativitas

Memasak juga dapat menjadi bentuk ekspresi diri. Seseorang dapat bereksperimen dengan berbagai bahan, rasa, dan penyajian makanan.

Aktivitas kreatif seperti ini diketahui dapat membantu seseorang memproses emosi dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

“Memasak berada di antara seni dan kebutuhan sehari-hari sehingga memungkinkan seseorang mengekspresikan diri sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Castellano.

Membantu Mengelola Emosi dan Stres

Menurut Castellano, memasak juga dapat membantu mengatur emosi dan mengurangi stres karena melibatkan aktivitas yang terarah dan berulang.

“Aktivitas yang terstruktur seperti memasak dapat memberikan rasa keteraturan yang membantu menenangkan pikiran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses memasak yang memiliki tahapan jelas dapat membantu seseorang merasa lebih terkendali di tengah kondisi yang tidak pasti. 

Selain itu, aktivitas ini juga dapat memicu perasaan positif, seperti kepuasan setelah menyelesaikan hidangan atau munculnya kenangan emosional yang terkait dengan makanan tertentu.

Memperkuat Hubungan Sosial

Memasak tidak selalu dilakukan sendirian, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Castellano menilai, aktivitas ini memiliki dimensi sosial yang kuat karena sering kali melibatkan kebersamaan, baik saat memasak maupun saat menyantap makanan.

Menurut Castellano, memasak dan berbagi makanan dapat menciptakan momen kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial.

Dalam konteks keluarga, ia menambahkan bahwa memasak juga dapat menjadi cara untuk menjaga tradisi serta mempererat hubungan antargenerasi.

Mendukung Rutinitas dan Kesehatan Mental

Memasak secara rutin juga dapat membantu menciptakan struktur dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Castellano, rutinitas yang teratur dapat memberikan rasa stabil dan membantu seseorang merasa lebih terkontrol terhadap aktivitasnya.

“Rutinitas sederhana seperti menyiapkan makanan dapat membantu mengurangi rasa tidak pasti dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Memasak bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga kesehatan mental.

Dengan melibatkan aspek mindfulness, kreativitas, hingga koneksi sosial, memasak dapat membantu seseorang merasa lebih tenang, percaya diri, dan terhubung dengan lingkungan sekitar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang