Viral! Laki-laki Diduga LGBT Lolos Seleksi Prajurit, Begini Kata TNI AD

Ilustrasi TNI
Ilustrasi TNI

 Viral sebuah unggahan di media sosial yang menyebut bahwa seorang laki-laki diduga penyuka sesama jenis lolos seleksi menjadi prajurit TNI.

Video viral itu diunggah melalui akun instagram @maluku_info. Dalam video itu tampak kompilasi merekam dua pria yang diduga penyuka sesama jenis. Dengan narasi lolos seleksi sebagai prajurit TNI AD lengkap dengan seragam dinasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Video yang beredar memperlihatkan dirinya bersama rekannya. Namun perhatian netizen justru tertuju pada penampilan, gestur, dan interaksinya dengan seorang teman laki-laki yang mengaku merasa kangen,” tulis keterangan dalam akun tersebut.

Menanggapi hal itu, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap video maupun foto yang mengaitkan dengan dugaan perilaku LGBT seorang prajurit.

“TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi serta penelusuran jejak digital,” kata Donny saat dihubungi, Minggu, 7 Juni 2026.

Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan romantis, hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan prajurit dalam perilaku LGBT sebagaimana dituduhkan dalam narasi beredar di media sosial.

“Fakta yang diperoleh menunjukkan bahwa konten yang viral berasal dari unggahan seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan dengan prajurit tersebut,” kata dia.

“Unggahan itu kemudian berkembang menjadi berbagai spekulasi dan persepsi publik yang tidak sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan. Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana yang dituduhkan,” kata Donny.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Donny, TNI AD secara institusi tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma yang dilakukan prajurit. Namun untuk kasus ini, dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya pelanggaran terkait LGBT ataupun perbuatan asusila.

“Meski demikian, pembinaan tetap akan dilakukan guna meningkatkan kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial,” imbuhnya.