Operasi Longsor Cilacap Masuki Hari Keenam: Relokasi Disiapkan, Jejak Korban Terus Dicari

Jawa Tengah, korban longsor, korban longsor cilacap, Cibeunying, Operasi Longsor Cilacap Masuki Hari Keenam: Relokasi Disiapkan, Jejak Korban Terus Dicari

Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali berlanjut pada Selasa (18/11/2025) pagi. Bencana yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) malam itu kini memasuki hari keenam, dengan tujuh warga masih belum ditemukan.

SAR Mission Coordinator (SMC) Muhamad Abdullah menyampaikan bahwa upaya pencarian difokuskan pada tiga titik utama, yakni worksite A1 di Dusun Cibuyut, serta B1 dan B2 di Dusun Tarukahan.

"Di worksite A1 kami maksimalkan di lokasi temuan sebelumnya. B1 difokuskan karena masih ada tiga korban," ujar Abdullah.

Di worksite B2, tim menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan para korban.

"B2 kami persempit area pencarian berdasarkan data dan temuan sebelumnya. Di situ ditemukan baju anak kecil, puing rumah, peralatan dapur dan kamar mandi. Kemarin juga ditemukan dua unit motor," jelasnya.

Pencarian dimulai sejak pukul 05.30 WIB.

"Drone thermal sudah diterbangkan tadi pukul 05.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan menurunkan anjing pelacak untuk deteksi dini," tambah Abdullah.

Selain drone dan anjing pelacak, tim SAR juga mengerahkan alat berat, alkon, serta peralatan ekstrikasi manual dan modern.

"Tim dibagi menjadi empat, yaitu tim yang melakukan pencarian di worksite A1, B1, B2, dan tim cutting guna membuka akses untuk keluar dan masuk alat berat," katanya.

Pemerintah Siapkan Lahan Relokasi 3,5 Hektare

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyiapkan lahan relokasi seluas 3,5 hektare bagi warga terdampak longsor. Keputusan ini diambil setelah pemetaan menunjukkan lokasinya masih dipenuhi retakan aktif yang berpotensi memicu longsor susulan.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menekankan bahwa relokasi dilakukan demi keselamatan jangka panjang warga.

“Ini bukan hanya untuk mereka yang rumahnya hancur, tapi juga langkah pencegahan agar tidak ada korban berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemprov Jawa Tengah dan BNPB telah mendukung penuh rencana tersebut.

“Kami sudah koordinasi untuk memetakan aset tanah milik Pemda di Majenang sebagai lokasi permukiman baru,” kata Syamsul.

BNPB juga disebut siap membantu pendanaan pembangunan hunian sementara hingga hunian tetap.

“Sinergi dengan BNPB dan BPBD telah berjalan agar pembangunan hunian bisa segera dimulai,” tambahnya.

Beberapa warga menyatakan bersedia mengikuti program relokasi selama tempat yang disediakan aman dan tidak jauh dari kampung asal.

“Warga pada prinsipnya mengikuti keputusan pemerintah selama tempatnya aman dan masih dalam jangkauan hidup mereka,” ungkap Syamsul.

Untuk sementara, pemerintah menyediakan posko darurat, dapur umum, layanan kesehatan, dan fasilitas pendidikan darurat agar kegiatan belajar anak-anak tetap berjalan.

Korban Masih dalam Pencarian

Memasuki hari keenam pencarian, tujuh warga masih belum ditemukan. Dari total 46 orang yang terdampak longsor, 23 selamat dengan luka-luka, 16 ditemukan meninggal dunia, dan tujuh lainnya masih dicari tim SAR.

Artikel ini tayang di TribunJateng.com dengan judul Pemkab Cilacap Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Majenang, Lahan 3,5 Hektare Disiapkan

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.