Kondisi Cibeunying Cilacap Sebelum Longsor: Tanah Turun 2 Meter, Rekahan Capai 25 Meter

longsor di Cilacap, Cilacap longsor, tanah longsor Cilacap, longsor di cilacap, longsor cilacap hari ini, tanah longsor cilacap, tanah longsor di Cibeunying, cilacap longsor, Kondisi Cibeunying Cilacap Sebelum Longsor: Tanah Turun 2 Meter, Rekahan Capai 25 Meter

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Taryo mengungkap kondisi Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebelum tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025) pukul 20.00 WIB.

Menurut Taryo, Desa Cibeunying sudah mengalami penurunan tanah hingga sedalam dua meter dan retakan tanah sepanjang sekitar 25 meter.

Kondisi tersebut dipicu hujan deras yang disertai angin kencang dan petir yang melanda Desa Cibeunying dan sekitarnya pada Minggu (9/11/2025) pukul 16.00-18.00 WIB.

“Sesuai dengan prakiraan BMKG bahwa pada hari Minggu, 9 November  2025 khususnya di Kabupaten Cilacap akan terjadi cuaca ekstrem maka di wilayah Desa Cibeunying dan sekitarnya turun hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir,” kata Taryo dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (14/11/2025).

“Pada hari Kamis, 13 November 2025 terjadi hujan kembali dari pukul 16.00-18.00 di wilayah Desa Cibeunying yang mengakibatkan tanah longsor dan menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi Jateng Armin Nugroho mengatakan, kontur tanah di lokasi longsor di Cilacap memang sudah gembur dan terdapat retakan di area atas, tepatnya di kebun warga.

“Hujan turun cukup deras di wilayah Desa Cibeunying,” ujar Armin kepada Kompas.com, Jumat (15/11/2025).

Penyebab Tanah Longsor di Cilacap Versi BMKG

Berdasarkan laporan BPBD Cilacap pada Jumat (14/11/2025) pukul 11.00 WIB, sebanyak 20 warga masih dalam proses pencarian setelah Cilacap longsor.

Adapun rincian korban hilang terdiri dari enam warga berasal dari Dusun Tarukahan dan 14 warga lainnya dari Dusun Cibuyut.

Tim gabungan juga sudah menemukan tiga warga dalam keadaan meninggal dunia.

Mereka adalah Julia lestari (20 tahun), Maya Dwi Lestari (15 tahun), dan Yuni (45 tahun).

Sementara itu, analis Stasiun Klimatologi BMKG Jateng Zauyik menjelaskan bahwa tanah longsor Cilacap disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya akumulasi curah hujan harian dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Majenang, Cilacap pada 8-11 November 2025.

“Wilayah Majenang dari analisis awal musim hujan sudah masuk musim hujan sejak pertengahan Agustus 2025,” ujar Zauyik kepada Kompas.com, Jumat (14/11/2025).

Selain itu, tanah longsor terjadi karena rekahan tanah di wilayah tersebut sebelum terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.