Pemkab Cilacap Siapkan Lahan 3,5 Hektare untuk Relokasi Korban Longsor Cibeunying

Cilacap, longsor cilacap, longsor di cilacap, longsor Cibeunying, Cibeunying longsor, Cibeunying, cilacap longsor, longsor cibeunying cilacap, longsor cibeunying majenang, Pemkab Cilacap Siapkan Lahan 3,5 Hektare untuk Relokasi Korban Longsor Cibeunying, Relokasi 3,5 Hektare untuk Permukiman Baru, Warga Setuju Direlokasi, Asal Dekat dan Aman, 7 Korban Belum Ditemukan, 12 Hektare Lahan Rusak dan Tanah Masih Bergerak, 20 Tenda Berdiri, Dapur Umum Dibuka

— Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai menyiapkan langkah besar untuk memulihkan kehidupan warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, pasca longsor besar yang terjadi pada Kamis (13/11/2025).

Selain upaya pencarian korban yang masih berlangsung, pemerintah juga menegaskan relokasi permanen sebagai strategi utama mengantisipasi bencana susulan.

Relokasi 3,5 Hektare untuk Permukiman Baru

Pemkab Cilacap menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare sebagai kawasan relokasi bagi warga terdampak longsor.

Keputusan ini diambil setelah pemetaan menunjukkan adanya retakan aktif yang terus bergerak di lokasi bencana, sehingga pemukiman lama dinilai tidak lagi aman.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan relokasi merupakan satu-satunya pilihan demi keselamatan jangka panjang warga.

“Ini bukan hanya untuk mereka yang rumahnya hancur, tapi juga langkah pencegahan agar tidak ada korban berikutnya,” ujar Syamsul.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BNPB memastikan dukungan penuh untuk program relokasi tersebut.

Menurut Syamsul, koordinasi lintas lembaga sudah berjalan, terutama pemetaan aset tanah pemerintah di Majenang untuk pemukiman baru.

“BNPB menyatakan siap mendukung pendanaan dari hunian sementara hingga hunian tetap,” tambahnya.

Warga Setuju Direlokasi, Asal Dekat dan Aman

Sebagian warga menyampaikan kesiapan untuk pindah dari kampung halaman, asalkan lokasi relokasi tidak jauh dan tetap memungkinkan mereka menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Warga pada prinsipnya mengikuti keputusan pemerintah selama tempatnya aman dan masih dalam jangkauan hidup mereka,” kata Syamsul.

Untuk sementara, pemerintah membuka posko darurat, dapur umum, layanan kesehatan, serta fasilitas pendidikan darurat bagi anak-anak agar tetap bisa belajar meski berada di pengungsian.

7 Korban Belum Ditemukan

Memasuki hari keenam pencarian, Selasa (18/11/2025), tim SAR gabungan masih terus mencari 7 korban yang belum ditemukan dari total 46 korban terdampak.

Hingga hari kelima, 23 warga selamat mengalami luka-luka, 16 ditemukan meninggal, dan tujuh lainnya masih hilang.

Pada Senin (17/11/2025), pencarian membuahkan hasil setelah tiga korban berhasil ditemukan dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

“Korban pertama yang ditemukan adalah Nilna Nur Fauziah (9), pukul 08.57,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah.

“Korban kedua, Wafik Nur Aini Zahra (15), ditemukan pukul 09.37. Korban ketiga, Cahyanto (57), ditemukan pukul 09.50,” tambahnya.

Tim juga menemukan satu body part yang segera ditangani tim Inafis sesuai prosedur.

Namun pada pukul 15.00, hujan deras mengguyur lokasi pencarian sehingga operasi dihentikan sementara demi keselamatan petugas. Pencarian dilanjutkan kembali keesokan harinya.

12 Hektare Lahan Rusak dan Tanah Masih Bergerak

Area terdampak longsor di dua dusun mencapai sekitar 12 hektare dengan kontur tanah yang labil. Material longsoran setebal beberapa meter masih menimbun rumah warga, menyulitkan kerja alat berat dan relawan.

Data harian penemuan korban menunjukkan betapa masifnya bencana ini:

  • 13 November: 2 korban ditemukan
  • 14 November: 1 korban
  • 15 November: 8 korban
  • 16 November: 2 korban
  • 17 November: 3 korban

Berdasarkan pemetaan Basarnas, korban yang belum ditemukan berada di Dusun Cibuyut (1 orang) dan Dusun Tarukahan (6 orang).

Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Aziz menegaskan bahwa kawasan di sekitar titik longsor masih tidak stabil.

“Bupati Cilacap sudah mengarahkan agar penanganan dilakukan menyeluruh karena masih ada potensi longsor susulan,” ujar Andi Aziz.

Ia menyebut jumlah warga terdampak di tiga dusun cukup besar:

  • Dusun Cibuyut: 83 orang
  • Dusun Tarukahan: 62 orang
  • Dusun Nagari: 71 orang

Untuk itu, pemerintah pusat menyiapkan konsep hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

20 Tenda Berdiri, Dapur Umum Dibuka

Sebelum relokasi permanen terealisasi, warga ditempatkan di pengungsian sementara. TNI, BPBD, dan relawan telah mendirikan 20 tenda besar yang mampu menampung sekitar 296 kepala keluarga (KK).

“Fasilitas dapur lapangan, peralatan masak, hingga toilet portable sudah kami siapkan,” ujar Andi Aziz.

Selama masa tanggap darurat, seluruh unsur SAR, TNI, Basarnas, dan relawan tetap siaga mengantisipasi pergerakan tanah.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas dan kami terus mengantisipasi pergerakan tanah agar tidak terjadi korban baru,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Pemkab Cilacap Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Majenang, Lahan 3,5 Hektare Disiapkan

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.