BNPB Temukan Rekahan Tanah Baru di Majenang Cilacap, Warga Diminta Waspada Potensi Longsor Susulan

Cilacap, rekahan tanah, longsor cilacap, longsor di cilacap, cilacap longsor, BNPB Temukan Rekahan Tanah Baru di Majenang Cilacap, Warga Diminta Waspada Potensi Longsor Susulan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan rekahan tanah baru di area atas singkapan mahkota longsor di Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Temuan ini menandakan ancaman longsor susulan masih tinggi, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan perbukitan tersebut.

Dalam Disaster Briefing: Upaya Penanganan Tanah Longsor Cilacap yang ditayangkan melalui kanal YouTube BNPB, Senin (17/11/2025) sore, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan rekahan itu berada pada jarak 50 hingga 200 meter di atas titik longsor utama.

Rekahan baru itu tampak melintang dan menganga di lereng, memunculkan kekhawatiran akan terjadi pergerakan tanah baru.

“Cilacap belum sepenuhnya aman. Kita masih harus hati-hati. Karena ini informasi dan visualnya ada,” ujar Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam.

Ia menegaskan bahwa potensi longsor masih cukup besar. Karena itu, masyarakat diminta segera mengungsi sementara ketika hujan deras turun.

“Risikonya (longsor) masih ada tentu saja. Jadi jika terjadi hujan intensitas tinggi, kami sangat mendorong masyarakat keluar dulu dari rumah masing-masing. Evakuasi ke tempat yang aman,” katanya.

Potensi Perluasan Longsor Menunggu Kajian Badan Geologi

Aam menjelaskan, batas wilayah longsor pada kejadian 13 November 2025 sudah teridentifikasi.

Namun, BNPB masih menunggu hasil kajian Badan Geologi untuk mengetahui potensi perluasan area yang berisiko longsor.

Ia menambahkan, relokasi tidak hanya diberikan kepada warga yang rumahnya rusak akibat longsor, tetapi juga bagi warga yang berpotensi terdampak.

“Nyawa kita tidak bisa dibandingkan dengan harta yang ada,” ujarnya, mencontohkan jawaban jika ada warga yang menolak relokasi.

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Kurangi Hujan

Untuk meminimalkan curah hujan di wilayah Majenang, BNPB telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak 16 November 2025. Upaya ini dilakukan agar kondisi lapangan lebih aman untuk pencarian dan evakuasi korban serta mencegah longsor tambahan.

BNPB melaporkan terdapat 106 warga yang masih mengungsi di dua titik:

  • Balai Desa Cibeunying: 56 warga
  • MTS SS Cibeunying: 50 warga

Pengungsian dilakukan menyusul longsor yang melanda dua dusun di Desa Cibeunying setelah diguyur hujan lebat pada Kamis malam (13/11/2025).

Sementara itu, operasi pencarian korban oleh tim SAR gabungan memasuki hari kelima pada Senin (17/11/2025).

Cuaca cerah membantu mempercepat pencarian yang dimulai pukul 07.00 WIB dan didukung dua unit alat berat dari Dinas PU Cilacap dan Dinas Bina Marga Jawa Tengah.

Hingga pukul 11.00 WIB, tiga jenazah kembali ditemukan, sehingga total korban meninggal menjadi 16 orang. Masih ada 7 korban yang dilaporkan hilang.

Puluhan Rumah Rusak dan Terancam Longsor

BPBD Cilacap juga mencatat 16 rumah warga rusak berat, masing-masing:

  • 8 rumah di Dusun Cibuyut
  • 8 rumah di Dusun Tarukahan

Selain itu, 16 rumah lainnya kini masuk kategori terancam akibat gerakan tanah yang terus berkembang.

Dengan adanya rekahan tanah baru, BNPB kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat hujan intensitas tinggi. Evakuasi dini menjadi langkah paling aman untuk mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ada Rekahan Tanah Baru Dekat Mahkota Longsor, BNPB Sebut Cilacap Belum Sepenuhnya Aman

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.