Presiden Instruksikan Percepatan, Pencarian 14 Korban Hilang Longsor Cilacap Diperketat

Presiden Prabowo, BNPB, longsor cilacap, bencana tanah longsor, tanah longsor di cilacap, Presiden Instruksikan Percepatan, Pencarian 14 Korban Hilang Longsor Cilacap Diperketat, Bagaimana Kondisi Operasi Pencarian di Lapangan?, Bagaimana Kondisi Para Pengungsi dan Bantuan Logistik?, Apa Langkah Selanjutnya Setelah Pencarian Berakhir?, Berapa Luas Kerusakan dan Dampaknya bagi Warga?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa penanganan tanggap darurat tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Langkah ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi langsung agar seluruh proses evakuasi dipercepat dan dikoordinasikan dengan baik.

"Presiden menyampaikan turut berduka. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai," kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (15/11/2025) dikutip dari Antara.

Dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, BNPB memastikan bahwa sebanyak 512 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan dari berbagai organisasi.

Selain itu, jumlah alat berat juga ditambah menjadi delapan unit, ditambah dengan anjing pelacak (K9) yang diturunkan untuk mempercepat pencarian di titik-titik rawan.

Bagaimana Kondisi Operasi Pencarian di Lapangan?

Pada hari ketiga setelah longsor, alat berat terus diterjunkan untuk membantu proses evakuasi. Tim gabungan juga terus berupaya mencari 14 korban yang masih hilang di wilayah permukiman yang tertimbun.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa setiap hari operasi pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Awalnya sudah ada dua unit alat berat, lalu dua unit didatangkan lagi. Kemudian pada Sabtu, tiga unit alat berat tambahan diterjunkan ke lokasi. Tidak menutup kemungkinan akan ditambah lagi untuk mempercepat pencarian korban," ujarnya.

Cuaca menjadi tantangan terbesar. Hujan deras yang turun pada Sabtu (15/11/2025) sempat menghentikan proses pencarian sementara karena kondisi yang membahayakan.

"Perubahan cuaca tentu akan ada bahaya. Maka biasanya pencarian dihentikan dulu. Tanahnya juga jadi lembek. Situasinya di lapangan begitu," ujar Bergas.

Di sisi lain, area sekitar lokasi longsor sudah diamankan dan ditutup untuk umum agar tim gabungan bisa bekerja lebih fokus dan mengurangi potensi risiko tambahan.

Bagaimana Kondisi Para Pengungsi dan Bantuan Logistik?

Bergas memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak sudah terpenuhi melalui dapur umum dan pos kesehatan yang beroperasi untuk warga maupun petugas SAR.

Hingga Sabtu (15/11/2025) siang, enam korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan masih dalam proses identifikasi.

Sementara itu, masih ada 14 warga lainnya yang belum ditemukan di dua lokasi utama pencarian, yakni Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut.

Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka di desa sekitar. Jumlah pengungsi bersifat fluktuatif karena beberapa warga hanya bermalam di tempat aman dan kembali beraktivitas pada siang hari.

"Logistik tercukupi. Bantuan dari Dinas Sosial Jateng juga sudah turun," kata Bergas.

Apa Langkah Selanjutnya Setelah Pencarian Berakhir?

Menurut Bergas, setelah fase pencarian selesai, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

BNPB akan menangani pembangunan huntara, sementara pemerintah daerah menyiapkan lahannya.

"Kebutuhan dasar korban itu diperhatikan. Saat ini klaster penanganan darurat sudah berjalan dan daerah menuju lokasi longsor juga sudah diamankan," ujar Bergas.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa prioritas utama sejak hari pertama adalah pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.

Berapa Luas Kerusakan dan Dampaknya bagi Warga?

Dalam musibah longsor yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) malam di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, total 46 jiwa dari 17 kepala keluarga terdampak langsung.

Sebanyak 85 rumah dilaporkan roboh, satu rumah mengalami kerusakan sedang, dan 16 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

Area terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare. Petugas gabungan dari BPBD Jateng, Basarnas, TNI/Polri, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan terus membantu proses evakuasi, pencarian korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Upaya pencarian dan penanganan di lapangan masih terus berlangsung, sejalan dengan instruksi Presiden agar proses tanggap darurat dilakukan secara menyeluruh dan cepat.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Longsor Cibeunying Cilacap, Alat Berat Ditambah Percepat Evakuasi 14 Korban Hilang".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.