Update Longsor Cilacap: Pencarian Dikebut, Material Setebal 8 Meter Jadi Kendala
Operasi pencarian korban longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali dilanjutkan pada Sabtu (15/11/2025).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh unsur SAR kembali bekerja sejak pagi setelah pencarian sempat dihentikan pada Jumat (14/11/2025) pukul 16.30 WIB akibat cuaca buruk.
“Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 16.30 WIB, karena cuaca buruk. Hujan dengan intensitas tinggi kembali turun dan tentunya berisiko serta dapat memicu longsor susulan,” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.
“Operasi pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan pada Sabtu,” katanya.
Material Longsor Capai 8 Meter
Salah satu tantangan terbesar dalam proses pencarian adalah ketebalan material longsor yang mencapai 8 meter di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Kondisi ini memperlambat upaya tim SAR gabungan selama beberapa hari terakhir.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, penambahan alat berat kembali dilakukan.
"Awalnya alat berat hanya ada dua, kemudian tambah dua menjadi empat. Sekarang sudah bertambah lagi menjadi tujuh. Dan kami dapat perbantuan lagi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ibu Diana. Nantinya akan ada sampai dengan 12 alat berat," jelas Budi.
Sebelumnya, BNPB juga mengumumkan adanya penambahan alat berat dari empat menjadi delapan unit untuk mempercepat pencarian.
Pencarian Korban dan Kondisi Terkini
Hingga hari ketiga pencarian, total enam korban meninggal dunia telah ditemukan. Sementara itu, 17 orang masih dinyatakan hilang dan berada dalam daftar pencarian.
Pada hari sebelumnya, tim SAR menemukan satu korban meninggal pada Jumat pukul 10.56 WIB. “Dengan demikian, jumlah orang dalam daftar pencarian berkurang menjadi sebanyak 20 jiwa,” ujar Budi.
Basarnas selaku leading sector membagi area pencarian menjadi tiga lokasi kerja, dibantu dengan satu anjing pelacak dari unit K9 Kantor SAR Semarang untuk mendeteksi keberadaan korban.
Cuaca dan Risiko Longsor Susulan
Prakiraan cuaca menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi merata di Kecamatan Majenang hingga Minggu (16/11/2025). Kondisi topografi berupa cekungan turut meningkatkan risiko longsor susulan.
BNPB mengimbau seluruh tim dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam, warga diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” kata Budi.
Kebutuhan Dasar Warga Dipenuhi
Selain fokus pada pencarian, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terjamin.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa untuk diketahui seluruh kebutuhan dasar baik korban maupun terdampak dari bencana alam ini semuanya sudah terpenuhi. Jadi kami sampaikan seluruh kebutuhan dasar semuanya sudah terpenuhi,” ujar Budi.
Bantuan yang disediakan antara lain bahan makanan, tenda, selimut, dan matras bagi para penyintas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.