Warga Pasang Bambu Penanda Lokasi Rumah untuk Percepat Evakuasi Longsor Cilacap

Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, memasuki fase yang semakin intensif.
Di tengah operasi yang menantang, warga mengambil langkah inisiatif untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun material tanah.
Mereka menancapkan bambu-bambu penanda di atas timbunan longsor. Ujung bambu diberi plastik warna mencolok agar mudah terlihat dari kejauhan.
Titik-titik penanda itu dibuat berdasarkan ingatan warga tentang posisi rumah yang hilang tertutup longsoran pada Kamis (13/11/2025) malam.
Warga setempat, Taufik Hidayat, mengatakan penanda tersebut sangat membantu tim SAR gabungan dalam memetakan lokasi pencarian.
“Harapannya, hari ini tim SAR gabungan bisa melakukan evakuasi dengan petunjuk bambu-bambu yang sudah dipasang,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Bambu Jadi Titik Fokus Pencarian
Deretan bambu yang tertancap di area longsor kini menjadi panduan utama pencarian. Tim SAR gabungan menyisir area di sekitar penanda tersebut, terutama titik-titik yang dekat dengan alat berat excavator.
Di lokasi tersebut, petugas menduga masih terdapat satu keluarga yang tertimbun material dengan kedalaman mencapai 3 hingga 8 meter.
Untuk memperkuat pencarian, tim juga mengerahkan anjing pelacak.
Upaya gabungan warga dan tim SAR akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu (15/11/2025), tiga korban ditemukan di sektor Worksite A-2.
Ketiganya adalah anggota satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah:
- Muhamad Hafiz (6) ditemukan pukul 10.06 WIB
- Nurisnaini (30) ditemukan pukul 10.44 WIB
- Asmanto (70) ditemukan pukul 11.37 WIB
Evakuasi dilakukan menggunakan excavator untuk menembus timbunan tanah yang sangat tebal. Ketiga jenazah kemudian dibawa ke RSUD Majenang untuk proses identifikasi.
Total 11 Korban Ditemukan, 12 Masih Hilang
Proses pencarian korban bencana longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Sabtu (15/11/2025).
Hingga hari ketiga pencarian, Sabtu (15/11/2025), total delapan korban ditemukan meninggal dunia di Dusun Cibuyut. Mereka adalah:- Nur Isnaeni (30)
- Muhamad Hafiz (6)
- Asmanto (74)
- Febriansyah (5)
- Rizky Pratama Ramadhan (9)
- Dani Setiawan (29)
- Rusyanto (75)
- Satini (28)
Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua operasi, tiga korban ditemukan di Dusun Tarukahan:
- Julia Lestari (20)
- Maya Dwi Lestari (15)
- Wahyuni (45)
Dengan demikian, total korban meninggal akibat longsor mencapai 11 orang, sementara 12 orang lainnya masih dalam pencarian.
Material Longsor Sangat Tebal, hingga 8 Meter
Deputi BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, mengatakan salah satu kendala terbesar adalah ketebalan material longsor yang menimbun permukiman warga.
“Korban-korban ini tertimbun sangat dalam, terutama yang di bawah (Dusun Tarukahan). Itu ada kedalaman dari 2-3 meter sampai dengan 8 meter,” ujar Budi.
Untuk mempercepat proses pencarian, jumlah alat berat ditambah signifikan. Dari sebelumnya hanya dua unit, kini menjadi tujuh unit, dan ditargetkan meningkat menjadi 12 unit.
“Penambahan alat berat diharapkan mempercepat evakuasi korban yang masih tertimbun,” kata Budi.
Kepala Kantor Basarnas Pos SAR Cilacap, M. Abdullah, menyebutkan bahwa hingga kini masih terdapat 17 korban (data sebelumnya) yang belum ditemukan.
Tim SAR akan terus melanjutkan operasi pencarian dengan memprioritaskan titik-titik yang ditandai menggunakan bambu.
Operasi pencarian juga diperluas ke area yang dinilai memiliki potensi penemuan korban. Petugas memastikan pencarian akan dilakukan hingga seluruh korban berhasil diverifikasi dan dievakuasi.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Upaya Warga Bantu Pencarian Korban Longsor Majenang, Pasang Bambu Penanda Lokasi Rumah Tertimbun
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.