Update BNPB Korban Bencana Sumatera: 961 Orang Meninggal, 293 Hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update terbaru terkait korban bencana Sumatera di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (8/12/2025) per pukul 16.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, tim gabungan telah menemukan 40 jenazah.
"Hari ini per pukul 16.00 WIB, tim gabungan menemukan 40 jenazah," ujarnya dalam konferensi pers di kanal Youtube BNPB pada Senin (8/12/2025).
Sebelumnya, berdasarkan data BNPB pada Minggu (7/12/2025), korban bencana Sumatera meliputi 921 jiwa meninggal dunia, 392 orang hilang, dan sekitar 975.000 warga mengungsi.
Jumlah Korban Meninggal Dunia 961 Jiwa
Dengan adanya tambahan jenazah ditemukan 40 orang, jumlah korban bencana Sumatera di tiga provinsi yang meninggal dunia kini menjadi 961 jiwa.
Abdul Muhari merincikan, 23 jenazah ditemukan di Aceh, sehingga korban meninggal dunia menjadi 389 jiwa.
Kemudian, di Sumut ditemukan sembilan jenazah, sehingga korban yang meninggal dunia menjadi 338 jiwa.
"Selanjutnya Sumbar, kemarin 226 jiwa, hari ini bertambah delapan jasad yang ditemukan, menjadi 234 jiwa (meninggal dunia)," tandasnya.
Korban Hilang Masih 293 Jiwa
Lanjut Abdul Muhari, secara total korban hilang akibat bencana Sumatera berkurang dari sebelumnya sebanyak 392 jiwa menjadi 293 jiwa.
"Tentu saja tim gabungan di lapangan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin agar jumlah korban yang saat ini masih hilang bisa kita minimalkan sedikit mungkin," tuturnya.
Jumlah Pengungsi Tembus 1,5 Juta Jiwa
Sementara untuk jumlah pengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar, mengalami penambahan menjadi 1.570.482 jiwa. Karena ada tambahan pengungsi dari Aceh Timur dan Bener Meriah.
"Hari ini ada tambahan dari Aceh, Aceh Timur dan Bener Meriah. jadi titik pengungsi yang masih tersebar kita data jumlah jiwanya menjadi 1.570.482 jiwa," imbuhnya.
"Ini tentu saja menjadi tugas kami di posko utama untuk tetap mengoptimalkan distribusi logistik agar pengungsi bisa terpenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanannya," tutur Abdul Muhari.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang