Pendaki Yazid Ahmad Firdaus Ditemukan Meninggal di Bukit Mongkrang Usai Hilang 23 Hari
Pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus yang hilang di Bukit Mongkrang, Lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah sejak Minggu (18/1/2026) akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Selasa (10/2/2026). Informasi tersebut mengakhiri pencarian panjang yang dilakukan sejak akhir Januari lalu.
Berdasarkan keterangan yang beredar di kalangan relawan, jasad korban ditemukan di area Bukit Mitis.
Lokasi tersebut berada di sisi barat jalur pendakian utama Bukit Mongkrang.
Titik penemuan berada di lintasan Tapak Nogo, jalur yang dikenal memiliki kontur medan terjal dan sulit diakses.
Relawan menyebutkan, laporan awal penemuan korban berasal dari komunitas Wanadri Bandung yang turut terlibat dalam pencarian.
Setelah informasi diterima, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar segera berkoordinasi dengan Basarnas untuk menindaklanjuti proses evakuasi.
Kronologi Pendaki Hilang di Mongkrang
Yazid merupakan warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Ia dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) ketika melakukan pendakian bersama tiga rekannya melalui jalur Bukit Mongkrang di lereng Gunung Lawu.
Pendakian dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Keempat pendaki sempat mencapai puncak dan beristirahat sebelum memutuskan turun.
Namun, saat perjalanan kembali, rombongan terpisah di sekitar Pos 3.
Tiga orang berhasil kembali ke basecamp, sementara Yazid tidak kunjung tiba hingga sore hari.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pengelola basecamp dan diteruskan ke pihak berwenang.
Dilansir dari Tribunnews, Selasa (20/1/2026), laporan diterima oleh petugas sekitar pukul 13.50 WIB.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dimulai pada Senin (19/1/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari SAR, relawan, serta warga setempat melakukan penyisiran di berbagai titik Bukit Mongkrang.
Proses pencarian berlangsung hampir dua pekan dan diwarnai kendala cuaca buruk serta medan yang ekstrem.
Hingga hari ke-13, korban belum ditemukan sehingga operasi SAR resmi dihentikan pada Sabtu (31/1/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang