Top 7+ Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia, dari Semarang Tawang hingga Solo Balapan

stasiun, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Lempuyangan, stasiun tertua, Stasiun, sejarah kereta api, sejarah kereta api Indonesia, Sejarah kereta api di indonesia, stasiun kereta api tertua, stasiun kereta api tertua di Indonesia, stasiun tertua di indonesia, stasiun tertua di Indonesia yang masih aktif, stasiun lempuyangan, stasiun semarang tawang, Stasiun tertua, jalur kereta api Jawa, 7 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia, dari Semarang Tawang hingga Solo Balapan, 1. Stasiun Tambaksari, Semarang – 1864, 2. Stasiun Semarang Tawang – 1868, 3. Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta – 1872, 4. Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah – 1873, 5. Stasiun Kedungjati, Grobogan – 1873, 6. Stasiun Solo Balapan – 1873, 7. Stasiun Purwosari, Surakarta – 1875

Kereta api menjadi salah satu transportasi massal yang berperan penting dalam sejarah perkembangan Indonesia. Sejak masa penjajahan Belanda, jalur kereta api dibangun untuk menghubungkan kota, pelabuhan, serta pusat produksi hasil bumi.

Berikut daftar stasiun kereta api tertua di Indonesia yang menjadi saksi sejarah panjang transportasi darat, dikutip dari buku "Mengenal Perkembangan Kereta Api dan Penerbangan di Indonesia"

1. Stasiun Tambaksari, Semarang – 1864

Stasiun Tambaksari adalah stasiun pertama yang dibangun di Indonesia. Pembangunan dimulai oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet pada 16 Juni 1864.

Pemerintah Hindia Belanda menunjuk perusahaan Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) untuk mengoperasikan rute ini.

Salah satu markas NIS terkenal adalah Gudang Lawang Sewu. Pada 10 Agustus 1867, kereta api pertama kali meluncur dari stasiun ini, menjadi momentum bersejarah bagi perkeretaapian di Nusantara.

2. Stasiun Semarang Tawang – 1868

Stasiun Semarang Tawang resmi beroperasi pada 19 Juli 1868. Terletak di Tanjung Mas, Semarang Utara, stasiun ini melayani kereta bisnis dan eksekutif.

Kereta ekonomi tidak diperkenankan berhenti di stasiun ini.

Jalur awal stasiun ini menggunakan lebar rel 1.435 mm dan diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada 1873. Stasiun Semarang Tawang juga dikenal sebagai stasiun terbesar di Indonesia pada masanya.

3. Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta – 1872

Diresmikan pada 2 Maret 1872, Stasiun Lempuyangan menjadi stasiun tertua di Yogyakarta. Stasiun ini melayani seluruh jenis kereta, mulai dari ekonomi hingga eksekutif.

Relnya membentang dari barat ke timur, di perbatasan Kecamatan Gondokusuman dan Danurejan. Hingga kini, Stasiun Lempuyangan tetap aktif melayani keberangkatan dan pemberhentian kereta antar kota.

4. Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah – 1873

stasiun, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Lempuyangan, stasiun tertua, Stasiun, sejarah kereta api, sejarah kereta api Indonesia, Sejarah kereta api di indonesia, stasiun kereta api tertua, stasiun kereta api tertua di Indonesia, stasiun tertua di indonesia, stasiun tertua di Indonesia yang masih aktif, stasiun lempuyangan, stasiun semarang tawang, Stasiun tertua, jalur kereta api Jawa, 7 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia, dari Semarang Tawang hingga Solo Balapan, 1. Stasiun Tambaksari, Semarang – 1864, 2. Stasiun Semarang Tawang – 1868, 3. Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta – 1872, 4. Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah – 1873, 5. Stasiun Kedungjati, Grobogan – 1873, 6. Stasiun Solo Balapan – 1873, 7. Stasiun Purwosari, Surakarta – 1875

Foto Stasiun Kereta Api Negara di Surabaya tahun 1900

Stasiun Ambarawa dibangun pada 1873, tetapi kini tidak beroperasi lagi. Fungsinya dialihkan menjadi Museum Kereta Api Ambarawa, menampilkan koleksi lokomotif uap, seperti B 2502 dan B 2053 buatan Maschinenfabrik Esslingen yang masih bisa digunakan untuk wisata kereta api.

Menariknya, kereta uap ini termasuk tiga yang tersisa di dunia, selain di India dan Swiss.

5. Stasiun Kedungjati, Grobogan – 1873

Terletak 36 meter di atas permukaan laut, Stasiun Kedungjati diresmikan pada 21 Mei 1873. Arsitekturnya mirip dengan Stasiun Willem I di Ambarawa dan direnovasi menggunakan bata plester dan konstruksi baja dengan atap setinggi 14,65 meter pada 1907.

Stasiun ini berada di Daerah Operasi Semarang dan menjadi bagian penting jalur kereta api untuk pengangkutan penumpang dan komoditas seperti gula dan kopi.

6. Stasiun Solo Balapan – 1873

Stasiun Solo Balapan adalah stasiun induk di Surakarta yang menghubungkan Bandung, Jakarta, hingga Surabaya. Didirikan oleh NIS, stasiun ini membuka jalur antara Solo dan Semarang, mempermudah transportasi komoditas hasil bumi.

Sejak awal, NIS mengoperasikan dua kali perjalanan kereta api dari Solo ke Semarang dan sebaliknya, memperkuat konektivitas antar kota.

7. Stasiun Purwosari, Surakarta – 1875

Stasiun Purwosari dibangun pada 1875 di Jalan Slamet Riyadi No. 502, Surakarta. Merupakan stasiun tertua di Surakarta, dibangun oleh NISM. Pada awal 1900-an, stasiun ini direnovasi besar-besaran dengan bangunan baru yang modern, mirip Stasiun Ambarawa dan Kedungjati, termasuk penggunaan atap baja.

Fakta Menarik Sejarah Kereta Api di Indonesia

stasiun, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Lempuyangan, stasiun tertua, Stasiun, sejarah kereta api, sejarah kereta api Indonesia, Sejarah kereta api di indonesia, stasiun kereta api tertua, stasiun kereta api tertua di Indonesia, stasiun tertua di indonesia, stasiun tertua di Indonesia yang masih aktif, stasiun lempuyangan, stasiun semarang tawang, Stasiun tertua, jalur kereta api Jawa, 7 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia, dari Semarang Tawang hingga Solo Balapan, 1. Stasiun Tambaksari, Semarang – 1864, 2. Stasiun Semarang Tawang – 1868, 3. Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta – 1872, 4. Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah – 1873, 5. Stasiun Kedungjati, Grobogan – 1873, 6. Stasiun Solo Balapan – 1873, 7. Stasiun Purwosari, Surakarta – 1875

Foto Jembatan Kereta Api Negara di Kabupaten Preanger (Priangan) Jawa Barat pada tahun 1890

  • Rel Muncul Lebih Dulu dari Kereta Api

Rel sudah ada di Eropa sejak tahun 1800-an untuk mengangkut barang berat seperti batu bara, awalnya digerakkan oleh kuda.

  • Kereta Api Tenaga Uap

Kereta api pertama yang menggunakan mesin uap adalah Rocket, dibuat oleh Robert Stephenson, Inggris, pada 1829. Keberhasilan Rocket menjadi tonggak pengembangan kereta api modern.

  • Bahan Bakar Batu Bara Diganti Kayu

Awalnya menggunakan batu bara, kereta api mulai beralih ke kayu di pertengahan 1800-an karena lebih murah dan aman, meski tetap berisiko menimbulkan percikan api.

  • Penyebaran Kereta Api ke Indonesia

Belanda membawa teknologi kereta api ke Indonesia untuk pengangkutan material, dimulai jalur pertama Semarang–Surakarta pada 10 Februari 1870. Tersedia tiga kelas tiket: kelas tiga 0,42 gulden, kelas dua 1,5 gulden, dan kelas satu tiga gulden.

  • Kereta Api Listrik dan Mesin Modern

Kereta api listrik diperkenalkan untuk mengurangi asap dari pembakaran bahan bakar. Lokomotif modern kemudian hadir untuk menyeimbangkan biaya dan efisiensi.

Pembangunan Jalur Kereta Api di Indonesia

  • Tahap Pertama: Jalur Semarang–Tanggung–Grobogan, mulai dibangun 17 Juni 1864, beroperasi 10 Agustus 1867 dengan pemberhentian Alastua dan Brumbung.
  • Tahap Kedua: Rute Tanjung–Kedungjati.
  • Tahap Ketiga: Rute Kedungjati–Solo. Jalur ini digunakan juga untuk mengangkut gula, kopi, dan hasil bumi.

Pembangunan kereta api di Pulau Jawa dilanjutkan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 8 April 1875, mencakup Surabaya–Pasuruan–Malang.

Rel kemudian dikembangkan di luar Jawa: Aceh (1876), Sumatera Utara (1889), Sumatera Barat (1891), Sumatera (1914), Sulawesi (1922). Hingga 1928, panjang jalur kereta api Indonesia mencapai 7.464 km.

Sejarah kereta api Indonesia tidak hanya mencatat perjalanan transportasi, tetapi juga Stasiun-stasiun tertua seperti Tambaksari, Semarang Tawang, Lempuyangan, dan Solo Balapan tetap menjadi saksi bisu perjalanan panjang perkeretaapian Nusantara.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.