Cerita April, Warga Jakarta yang Boyong 4 Anak Mudik Gratis ke Bangka Naik Kapal Perang KRI Semarang 594

kapal perang, Bangka Belitung, Cerita April, Warga Jakarta yang Boyong 4 Anak Mudik Gratis ke Bangka Naik Kapal Perang KRI Semarang 594, Siasat di Tengah Mahalnya Tiket Pesawat, Fasilitas Nyaman dan Menu "Spesial" di Atas Kapal, Antusiasme Tinggi Warga Bangka Belitung, Jadwal Keberangkatan dan Arus Balik

Gurat kebahagiaan terpancar jelas dari wajah April, seorang warga Utan Kayu, Jakarta Timur, saat berdiri di geladak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Semarang-594.

Sambil memegang ponselnya, ia sibuk mengabadikan momen anak-anaknya yang tampak antusias berlatar belakang struktur gagah kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) tersebut.

Bagi April, mudik tahun 2026 ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi keluarganya.

Bukan dengan pesawat terbang atau kapal feri komersial seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini ia memboyong empat buah hatinya pulang ke kampung halaman di Bangka menggunakan kapal perang.

Siasat di Tengah Mahalnya Tiket Pesawat

Alasan April sederhana namun sangat realistis: efisiensi biaya. Lonjakan harga tiket pesawat menjelang Lebaran 2026 membuatnya harus memutar otak agar seluruh anggota keluarga bisa tetap bersilaturahmi ke kampung halaman tanpa menguras kantong terlalu dalam.

"Senang banget pastinya ya, apalagi kan mudiknya mudik gratis. Pasti itu yang otomatis yang paling senang. Anak-anak juga senang merasakan baru pertama kali naik kapal. Kan biasanya kalau mudik itu kita naik pesawat," ungkap April saat ditemui di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).

Meski empat anaknya ikut serta dalam pelayaran ini, April menjelaskan bahwa ibunya yang sudah lanjut usia serta satu anaknya yang lain tetap akan menyusul ke Bangka menggunakan pesawat demi kenyamanan ekstra bagi lansia.

Begitu mendengar informasi pendaftaran mudik gratis TNI AL ke Bangka Belitung, April mengaku tak membuang waktu untuk mendaftar.

"Pas saya daftar itu memang baru-baru buka. Jadi langsung antusias saja nih, langsung saya daftar saja otomatis," lanjut dia.

Fasilitas Nyaman dan Menu "Spesial" di Atas Kapal

Meski berstatus sebagai kapal perang, pelayanan yang diberikan TNI AL rupanya melampaui ekspektasi para penumpang. April mengaku terkesan dengan fasilitas kamar yang didapatnya meskipun ia sudah berjaga-jaga membawa tikar sendiri dari rumah.

"Saya bawa tikar nih, takutnya kan enggak kebagian. Tapi alhamdulillah walaupun kita datangnya tadi jam enam pagi, kita dapat ada di kamar. Untuk fasilitasnya bagus. Di dalam juga enggak begitu panas-panas banget. Enaklah," tutur April memberikan testimoni.

Karena perjalanan dilakukan di tengah bulan suci Ramadhan, para pemudik juga mendapatkan layanan makan sahur dan buka puasa secara cuma-cuma dari pihak TNI AL.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, saat meninjau geladak tank, membocorkan menu yang akan disantap warga selama berlayar.

"Nanti buka bersama dan sahur bersama disiapkan oleh prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut dengan menu-menu yang khas. Ada ayam rendang, ayam gulai," ujar Yayan yang langsung disambut riuh tepuk tangan meriah dari warga di lokasi.

Antusiasme Tinggi Warga Bangka Belitung

kapal perang, Bangka Belitung, Cerita April, Warga Jakarta yang Boyong 4 Anak Mudik Gratis ke Bangka Naik Kapal Perang KRI Semarang 594, Siasat di Tengah Mahalnya Tiket Pesawat, Fasilitas Nyaman dan Menu "Spesial" di Atas Kapal, Antusiasme Tinggi Warga Bangka Belitung, Jadwal Keberangkatan dan Arus Balik

TNI Angkatan Laut memberangkatkan 1.239 pemudik dari Dermaga Kolinlamil di Jakarta Utara menuju Bangka Belitung menggunakan kapal perang KRI Semarang-594, Minggu (15/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak 1.239 warga Bangka Belitung terdaftar dalam program mudik gratis perdana ini. KRI Semarang-594 secara resmi bertolak dari Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok pada Minggu (15/3/2026) tepat pukul 08.35 WIB.

Para pemudik terlihat memadati area geladak tank yang telah disulap menjadi area istirahat dengan pelbet (tempat tidur lipat). Di sudut-sudut kapal, tampak tumpukan koper, kardus, hingga deretan sepeda motor milik warga yang turut diangkut ke kampung halaman.

Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan menjelaskan bahwa rute menuju Bangka Belitung ini merupakan instruksi langsung guna menindaklanjuti permohonan resmi dari Gubernur Bangka Belitung kepada KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Masyarakat Bangka Belitung dari Jakarta, Bogor, Bandung, maupun masyarakat lokal sangat antusias. Begitu diumumkan, baru dua hari saja sudah penuh kuota yang ada," jelas Yayan.

Jadwal Keberangkatan dan Arus Balik

KRI Semarang-594 diperkirakan akan tiba di dermaga Bangka pada Senin (16/3/2026) dan melanjutkan pelayaran menuju Belitung pada Selasa (17/3/2026).

Bagi pemudik yang ingin kembali ke ibu kota, TNI AL juga telah menjadwalkan arus balik menggunakan kapal yang sama. Rencananya, kapal akan berangkat dari Bangka pada Jumat (27/3/2026) dan Sabtu (28/3/2026), dengan estimasi tiba di Jakarta pada Minggu (29/3/2026).

April mengaku sudah mengamankan slot untuk perjalanan pulang nanti. Baginya, program ini adalah solusi nyata bagi masyarakat di tengah keterbatasan ekonomi.

"Harapan ke depannya nanti untuk tahun depan ada lagi nih mudik gratis seperti ini," pungkasnya dengan penuh harap sebelum kapal perlahan meninggalkan dermaga Jakarta.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Tribunnews.com dengan judul Pertama Mudik Naik Kapal Perang Bareng 4 Anaknya, April Bawa Tikar Sendiri, Ternyata Diberi Kamar

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang