Daftar Titik Macet di Kota Semarang Saat Lebaran, Pemudik Harus Tahu

Pemkot Semarang menggelar Rapat Koordinasi Forkopimda dan High Level Meeting (HLM) TPID yang digelar di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Kamis (12/3/2026), guna bersiap menyambut Hari Raya.
Rapat koodinasi ini untuk memastikan seluruh komponen pemerintah dan pemangku kepentingan siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, Kota Semarang sebagai salah satu simpul penting arus mudik di Pulau Jawa harus memastikan seluruh sistem pelayanan publik berjalan optimal selama periode Lebaran.
“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idulfitri,” kata Agustina.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–20 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23–24 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di puncak mudik tersebut, Pemkot Semarang bersama Forkopimda telah menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan, seperti memastikan kelancaran lalu lintas, kesiapan fasilitas transportasi, hingga penguatan layanan kesehatan dan penanggulangan bencana.
Simpul macet di Semarang
Rapat tersebut juga memetakan beberapa titik di Kota Semarang yang berpotensi macet selama periode Lebaran.
Ini beberapa titik yang harus diwaspadai pemudik atau wisatawan:
- Gerbang Tol Kalikangkung
- Krapyak
- Banyumanik
- Jatingaleh
- Gayamsari
- Kaligawe yang menjadi jalur utama perlintasan kendaraan selama arus mudik.
Pengendalian inflasi jelang Hari Raya
Selain itu, forum HLM TPID juga membahas langkah-langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Diketahui, inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen (year on year) sehingga diperlukan penguatan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.
Pemkot Semarang juga memastikan kesiapan berbagai sektor layanan publik, seperti layanan kesehatan, transportasi, keamanan, kebersihan kota, hingga ketersediaan pangan.
Seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mendirikan pos kesehatan, menyiapkan sarana transportasi, menjaga ketertiban umum, serta memastikan jaringan komunikasi dan CCTV berfungsi optimal selama periode Lebaran.
Di sisi lain, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai program pendukung bagi masyarakat, salah satunya program Mudik Gratis 2026 yang menyediakan 12 armada bus untuk memfasilitasi perjalanan warga Semarang dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya.
Agustina menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan perayaan Idul Fitri di Kota Semarang berjalan aman dan kondusif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang