Bursa Asia Kompak Menguat Didorong Tingginya Ekspektasi The Fed Bakal Turunkan Suku Bunga Bulan Depan

Patung Merlion Park Singapura.
Patung Merlion Park Singapura.

Ekspektasi naik setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, dilaporkan tengah dinominasikan sebagai kandidat kuat untuk menjadi ketua The Fed berikutnya. Investor melihat Hassett sebagai sosok yang bisa mendorong bank sentral ke arah suku bunga rendah yang diinginkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Lebih dari 84 persen pelaku pasar memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Desember 2025, menurut perangkat CME FedWatch. Presiden The Fed New York, John Williams, juga mengatakan pada ada ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. 

 "Peluang yang sangat besar bahwa Trump dapat menunjuk ketua Fed yang baru sebelum Natal," ujar Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 26 November 2025

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melesat 1,68 persen. Indeks Topix melonjak sebesar 0,9 persen.  

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,67 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 0,64 persen.

Di Australia, indeks ASX/S&P 200 melejit 1,2 persen saat pembukaan pasar. Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong naik ke level 25.977 dari 25.894,55.

Semalam, ketiga indeks acuan utama AS ditutup lebih tinggi setelah sesi yang bergejolak. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 664,18 poin atau 1,43 persen menjadi 47.112,45. 

Indeks S&P 500 menguat 0,91 perssn dan ditutup pada level 6.765,88. Kemudian Nasdaq Composite melambung 0,67 persen naik ke area 23.025,59 yang menandai pembalikan arah dari kerugian yang terjadi pada sesi sebelumnya.