Perjalanan Karier Gubernur Riau Abdul Wahid: Dulu Cleaning Service Kampus, Melejit Jadi Kepala Daerah

OTT Riau, ott riau, Gubernur Riau Abdul Wahid, gubernur riau sekarang, gubernur riau ott kpk, gubernur riau ditangkap kpk, ott abdul wahid, gubernur riau kpk, Perjalanan Karier Gubernur Riau Abdul Wahid: Dulu Cleaning Service Kampus, Melejit Jadi Kepala Daerah

Sosok Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi perhatian publik setelah ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/11/2025).

Ia sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 09.35 WIB.

Abdul Wahid terlihat mengenakan kaus putih dan celana hitam saat menginjakkan kaki di kantor lembaga anti-rasuah.

Ia juga menutupi wajahnya dengan masker dan tidak memberikan keterangan apa pun kepada awak media.

“Saat ini ada sekitar 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dikutip dari Antara, Selasa (4/11/2025).

Lalu, seperti apa perjalanan karier Abdul Wahid sebelum terjaring dalam OTT Riau?

Perjalanan karier Gubernur Riau Abdul Wahid

Berdasarkan catatan Antara, Selasa (4/11/2025), Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada 21 November 1980.

Jauh sebelum menjadi kepala daerah, anak ketiga dari enam bersaudara tersebut menjalani kehidupan di keluarga yang sederhana.

Abdul Wahid harus membantu ibunya bekerja di sawah dan kebun milik warga untuk melanjutkan pendidikan.

Ia juga berjuang mencari uang sendiri ketika menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau.

Hal itu dilakukan dengan cleaning service di kampus dan kuli bangunan demi membiayai kuliah serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski masa mudanya diwarnai dengan berbagai perjuangan, Abdul Wahid memilih untuk aktif dalam organisasi kepemudaan serta kegiatan sosial-keagamaan.

Dari keterlibatannya di berbagai organisasi itulah, ia mulai mendekat ke dunia politik dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Keputusannya bergabung dengan PKB bukan tanpa alasan. Ia merasa nilai-nilai perjuangan partai tersebut sejalan dengan latar belakangnya sebagai seorang santri.

Abdul Wahid kemudian mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Pemilu 2019.

Pada saat itu, ia menjadi salah satu dari 13 wakil rakyat dari Riau yang melenggang ke Senayan.

Abdul Wahid kembali terpilih sebagai anggota DPR pada Pemilu 2024 dan menjadi calon legislatif (caleg) dengan perolehan suara terbanyak di Riau.

Namun, ia dan SF Hariyanto memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada Pilkada 2024.

Berdasarkan Keputusan KPU Riau pada Kamis (9/1/2025), pasangan tersebut dinyatakan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih dengan perolehan 1.224.193 suara.

Abdul Wahid dan SF Hariyanto kemudian dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur secara definitif dalam pengambilan sumpah jabatan kepala daerah secara serentak di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (20/2/2025).

Namun, baru satu tahun menjabat sebagai kepala daerah, ia justru terjaring dalam OTT KPK.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.