Profil dan Perjalanan Karier Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Kabar duka datang dari dunia politik Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Ketua DPRD Surabaya periode 2024–2029, Dominikus Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) malam setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta.
Pria yang akrab disapa Awi tersebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.36 WIB saat dirawat di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.
Informasi wafatnya politisi PDI Perjuangan itu dibenarkan sejumlah kader partai, termasuk Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono.
“Innalillahi Wa Innailaihiraajiun, telah berpulang keharibaan Tuhan Yang Maha Esa saudara kita Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono,” kata Deni, dikutip , Selasa.
“Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan YME, mohon dibukakan pintu maaf teman-teman sekalian,” imbuhnya.
Informasi pemakaman Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Surabaya Dominicus Adi Sutarwijono (kanan), Selasa (10/2/2026).
Deni menyebutkan, almarhum sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam dinamika politik Surabaya.
“Atas nama keluar besar DPD DPI Perjuangan Jatim kami menyampaikan duka cita sedam-dalamnya atas wafatnya sahabat dan rekan juang almarhum Adi Sutarwijono,” kata Deni.
“Pengabdian dan keteladanan beliau akan selalu menjadi kenangan baik bagi kita semua khususnya masyarakat Surabaya," katanya lagi.
Jenazah almarhum rencananya diberangkatkan dari Jakarta menuju Surabaya untuk disemayamkan di rumah duka Grand Heaven.
Pihak keluarga juga merencanakan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.
“Jenazahnya (Awi) dibawa ke Surabaya dan insyaAllah (Kamis 12/2/2026) dimakamkan di TPU Keputih," ucapnya.
Perjalanan karier dan sosok Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menerapkan kebijakan parkir minimarket sesuai dengan regulasi, Senin (16/6/2025)
Dominikus Adi Sutarwijono lahir di Blitar, 4 Agustus 1968.
Ia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Awi mengawali karier sebagai jurnalis Harian Surya pada 1996, kemudian bergabung dengan Majalah Tempo sekitar 1999 hingga 2003.
Karier di dunia politik
Setelah itu, ia memilih berkiprah di dunia politik bersama PDI Perjuangan.
Kariernya di legislatif Surabaya terbilang panjang.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono (kanan) menunjukkan dokumen penetapan rancangan awal RPJMD 2025?2029 usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (9/4/2025)
Ia menjadi anggota DPRD Surabaya melalui pergantian antarwaktu (PAW) pada 2012 untuk sisa masa jabatan 2009–2014, kemudian terpilih kembali pada periode 2014–2019, 2019–2024, hingga 2024–2029.Di internal partai, almarhum pernah menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2019–2025.
Pada periode yang sama, karier politiknya meningkat dengan dipercaya sebagai Ketua DPRD Surabaya dan kembali menjabat untuk periode kedua pada 2024–2029.
Selama perjalanan politiknya, Awi dikenal sebagai figur yang aktif dan konsisten di parlemen kota.
Meski sempat mengalami dinamika internal partai pada 2025, kiprahnya dalam pemerintahan dan pengabdian kepada masyarakat Surabaya tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan politik lokal.
Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan separtai, serta masyarakat Surabaya yang mengenal kiprahnya sebagai jurnalis, politikus, sekaligus pimpinan legislatif daerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang