Profil Vidi Aldiano, Perjalanan Karier Penyanyi "Nuansa Bening" yang Meninggal di Usia 35 Tahun
Kabar duka, penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun.
Kabar meninggalnya Vidi pertama kali mencuat setelah sejumlah musisi seperti Melly Goeslaw hingga Andi Rianto membuat unggahan tentang pelantun "Status Palsu" tersebut.
"Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan @vidialdiano. Kembali kepangkuan Allah SWT di bulan suci Ramadhan sungguh diinginkan oleh semua hamba-Nya," tulis Melly di akun @melly_goeslaw sebagaimana dikutip dari , Sabtu (7/3/2026).
Ia juga mengenang suami aktris Sheila Dara itu sebagai musisi yang dicintai banyak orang.
"Banyak yang sayang Vidi, namun Allah SWT lebih sayang dan tau yang terbaik untukmu. Karya dan kecintaanmu pada musik akan tetap kami kenang."
Ucapan duka juga datang dari musisi Andi Rianto di media sosial X.
"Selamat jalan Vidi Aldiano," tulis Andi melalui akun X, Sabtu.
Sebelum meninggal dunia, Vidi diketahui berjuang melawan penyakit kanker ginjal.
Berikut profil Vidi Aldiano beserta rekam jejaknya sebagai penyanyi.
Latar belakang keluarga dan pendidikan
Dilansir dari Antara, (2/6/2025), Oxavia Aldiano atau yang dikenal dengan nama panggung Vidi Aldiano merupakan penyanyi, penulis lagu, sekaligus podcaster asal Indonesia. Ia lahir di Jakarta, 29 Maret 1990.
Vidi tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia musik.
Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, merupakan pengusaha di bidang teknologi audio sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara yang memproduksi perangkat speaker bermerek V8sound.
Sementara ibunya, Besbarini, dikenal sebagai guru piano.
Selain itu, Vidi merupakan cucu dari S. Darsih Kissowo, penyanyi keroncong legendaris asal Semarang.
Ia memiliki dua saudara kandung yakni Vadi Akbar dan Diva Stradivaryan.
Dalam pendidikan formal, Vidi menempuh sekolah di lingkungan Yayasan Al-Azhar Jakarta. Berikut riwayat pendidikannya:
- SDI Al Azhar 4 Kebayoran Lama (1996–2002)
- SMPI Al Azhar 3 Bintaro (2002–2005)
- SMAI Al Azhar 1 Kebayoran Baru (2005–2008).
Setelah lulus SMA, Vidi sempat mengambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Namun ia kemudian memutuskan pindah ke jurusan Manajemen dan lulus dengan IPK 3,62.
Ia juga melanjutkan pendidikan magister di University of Manchester, Inggris, melalui program Innovation Management and Entrepreneurship. Vidi menyelesaikan studinya pada 2015 dengan predikat cumlaude.
Ketertarikan pada musik sejak kecil
Vidi menunjukkan ketertarikan pada musik sejak usia dini. Ia mulai belajar piano pada usia tiga tahun di bawah bimbingan sang ibu.
Selain piano, ia juga sempat mempelajari biola saat duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil pula, Vidi gemar menyanyikan berbagai jingle iklan televisi maupun lantunan adzan.
Meski pernah meraih juara tiga lomba menyanyi anak-anak saat berusia dua setengah tahun, perjalanan menuju industri musik tidak selalu berjalan mulus.
Pada 2006, Vidi mengikuti audisi Indonesian Idol dengan membawakan lagu Glenn Fredly berjudul Pada Satu Cinta. Namun langkahnya hanya sampai babak 100 besar.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar karier di dunia musik.
Debut album dan awal popularitas
Nama Vidi Aldiano mulai dikenal publik setelah merilis album debut "Pelangi di Malam Hari" pada 2008.
Album tersebut melahirkan sejumlah lagu yang populer di kalangan pendengar musik pop Indonesia, seperti:
- Nuansa Bening
- Status Palsu
- Cemburu Menguras Hati
- Cinta Jangan Kau Pergi.
Kesuksesan album ini mengantarkan Vidi sebagai salah satu penyanyi pop muda yang mulai diperhitungkan di industri musik Tanah Air.
Perjalanan karier dan album berikutnya
Vidi kemudian merilis album keduanya berjudul “Yang Kedua” pada 2010 bekerja sama dengan Trinity Optima Production.
Album ini memuat 11 lagu, dengan enam lagu di antaranya ditulis langsung oleh Vidi. Beberapa lagu yang terdapat dalam album ini antara lain:
- Gadis Genit
- Yang Kedua
- Lagu Kita
- Lupakan Mantan
- Aku Kan Setia
Karier Vidi semakin berkembang ketika ia merilis album ketiga "Persona" pada 2016.
Album ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. “Persona” berisi 10 lagu, termasuk beberapa kolaborasi dengan Laleilmanino.
Proses mastering album ini juga dilakukan di Abbey Road Studios, London.
Album tersebut meraih Triple Platinum setelah penjualan fisik melampaui 250.000 keping pada Januari 2017.
Beberapa lagu dalam album "Persona" antara lain:
- Bestari
- Definisi Bahagia
- Hingga Nanti (feat. Andien)
- Terbenar
- Membiasakan Cinta.
Album "Senandika" dan refleksi perjalanan hidup
Pada 2022, Vidi kembali merilis album berjudul “Senandika”. Album ini sempat tertunda karena pandemi serta perjuangannya melawan penyakit.
“Senandika” berisi 10 lagu yang banyak merefleksikan perjalanan hidup Vidi sejak 2018.
Beberapa lagu dalam album ini antara lain:
- Tanpa Diminta
- Salam Kenal
- Dara
- Tak Sejalan
- Bertahan Lewati Senja
Lagu "Bertahan Lewati Senja" menggambarkan perjuangan Vidi menghadapi penyakitnya. Sementara lagu "Dara" terinspirasi dari kisah cintanya dengan sang istri.
Dalam proses produksi album ini, Vidi bekerja sama dengan sejumlah musisi dan penulis lagu, seperti Ari Renaldi, Barsena Bestandhi, Pika Iskandar, Laleilmanino, Bram Moersas, hingga ayahnya Harry Aprianto Kissowo.
Album "Senandika" menjadi salah satu rilisan yang cukup sukses. Album tersebut tercatat terjual lebih dari 150.000 keping dalam dua bulan setelah dirilis.
Kehidupan pribadi
Dalam kehidupan pribadinya, Vidi Aldiano menjalin hubungan dengan aktris Sheila Dara Aisha. Keduanya pertama kali bertemu saat terlibat dalam serial Stereo pada 2015.
Hubungan mereka sempat berakhir pada 2018, namun kembali terjalin pada 2020.
Vidi kemudian melamar Sheila pada ulang tahunnya yang ke-31. Prosesi lamaran berlangsung pada 1 Desember 2021, sebelum keduanya resmi menikah pada 15 Januari 2022.
Setelah menikah, Vidi juga menerima gelar kehormatan Minangkabau dari Bukittinggi, yakni Sutan Sari Alam, sehingga namanya menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang