Inspirasi Beckham Putra dalam Perjalanan Karier Claudia Scheunemann
Bintang muda Timnas Putri Indonesia, Claudia Scheunemann, mengungkap sosok inspiratif yang mempengaruhi perjalanan kariernya.
Claudia Scheunemann merupakan salah satu pemain andalan Timnas Putri Indonesia dalam menghadapi agenda terdekat FIFA Series 2026.
Jadwal Timnas Putri Indonesia di FIFA Series 2026 berlangsung di Ratchaburi, Thailand, pada Minggu (12/4/2026). Lawannya adalah RD Kongo.
Bagi Claudia, FIFA Series 2026 menjadi peluang besar untuk memperlihatkan kualitas Indonesia di kancah sepak bola putri internasional.
Targetnya jelas, yakni meraih hasil maksimal sembari menyerap ilmu dari berbagai gaya sepak bola dunia.
"Kami ingin memenangkan kedua pertandingan dan menjadi juara, namun proses belajar tetap utama," kata Claudia Scheunemann dilansir dari situs FIFA.
Seiring dengan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Putri Indonesia, ekspektasi dari tim dan penggemar pun meningkat tajam.
Buktikan Diri di Lapangan
Namun, Claudia memiliki kedewasaan mental yang melampaui usianya. Ia mengambil inspirasi dari penyerang timnas putra, Beckham Putra Nugraha.
"Tekanan justru membuat saya lebih tajam. Jika ada yang meragukan, saya cukup mendengarkan dan memberikan jawaban di lapangan."
"Seperti Beckham Putra, saya hanya fokus pada pertandingan tanpa memikirkan gangguan luar," jelasnya.
Tak mengherankan Claudia menunjuk Beckham Putra sebagai sosok inspirasi. Pemain Persib Bandung itu sudah berulang kali membuktikan kualitasnya di lapangan.
Beckham bersinar di tengah skuad Persib yang bertabur bintang, begitu pula saat diberikan kepercayaan membela Timnas Indonesia.
Konsisten Berkarier di Eropa
Saat ini, Claudia sedang meniti karier sepak bola di Eropa. Dia tercatat membela klub Liga Belanda, Utrecht Vrouwen.
Hijrah ke Eropa pada usia muda telah membentuk karakter Scheunemann. Dari kedisiplinan taktik di Jerman bersama tim muda Hamburger SV.
Pemain Timnas putri Indonesia dan FC Utrecht, Claudia Scheunemann, berbicara kepada KOMPAS.com via sambungan Zoom pada Rabu (13/8/2025).
Hingga tingkatan berikutnya fokus meningkatkan penguasaan bola di Belanda bersama FC Utrecht. Claudia terus berevolusi.
"Saya belajar lebih mandiri dan komunikatif di Eropa. Perbedaan gaya main antara Jerman dan Belanda memberikan perspektif luas sebagai penyerang."
"Sepak bola Jerman itu mengandalkan fisik dan Belanda mengutamakan struktur permainan." ucap Claudia Scheunemann.
Gaya main Claudia yang dinamis tak lepas dari pengaruh para idolanya. Selain legenda Amerika Serikat, Alex Morgan, ia juga mengagumi magis Lionel Messi dan Neymar.
"Alex Morgan idola saya karena gaya bermainnya sebagai striker. Dia inspirasi saya," ungkap Claudia.
"Lionel Messi dan Neymar juga, terutama Neymar karena dia membuat sepak bola terasa hidup dan menyenangkan untuk ditonton," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang