Warganet Dukung Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Usai Viral Tampar Siswa yang Ketahuan Merokok!
Jagat media sosial dibuat gaduh setelah Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, dikabarkan menampar seorang siswa yang kedapatan merokok di area sekolah.
Alih‑alih dianggap sepenuhnya kesalahan, peristiwa itu justru menimbulkan gelombang dukungan dari warganet yang membela kepala sekolah, meskipun ia telah dinonaktifkan sementara oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Viral Kepala Sekolah Diduga Menampar Siswa yang Ketahuan Merokok
Kronologi Insiden
Kejadian bermula saat sekolah melaksanakan program “Jumat Bersih” pada Jumat, 10 Oktober 2025. Di sela kegiatan itu, Dini melihat seorang siswa kelas 12 yang sedang merokok dekat kantin sekolah.
Ketika ditegur, siswa tersebut membantah tuduhan merokok meskipun telah terlihat jelas. Merasa kecewa atas ketidakjujuran itu, Dini mengaku melakukan peneguran keras dan “menepuk pipi” siswa tersebut secara spontan, tanpa niat menyakiti
Menanggapi laporan ke orang tua dan reaksi publik, orang tua siswa tersebut melaporkan tindakan Dini ke Polres Lebak atas tuduhan kekerasan fisik. Kepolisian kemudian membuka penyelidikan dan memanggil saksi-saksi dari sekolah.
Adanya Aksi Mogok Siswa
Sebagai buntut dari insiden itu, sekitar 630 siswa dari 19 kelas SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok sekolah selama dua hari sebagai bentuk protes terhadap Dini. Mereka memasang spanduk menuntut agar kepala sekolah dicopot sebelum aktivitas belajar dilanjutkan.
Ratusan Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah
Sekolah sempat lumpuh, dan pihak guru mencoba menempuh metode pengajaran daring agar siswa tidak ketinggalan materi. Namun, siswa tetap menahan mogok hingga pihak berwenang dan komite sekolah ikut menyulut proses dialog.
Penonaktifan Kepala Sekolah & Respons Pemerintah
Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara Dini dari jabatan kepala sekolah sebelum proses penyelidikan selesai. Langkah itu dipilih untuk meredam ketegangan dan menjaga kondusivitas sekolah.
Sekretaris Daerah Banten menyatakan bahwa tindakan kekerasan dalam konteks pendidikan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun, dan penonaktifan sementara ini hanya sebagai langkah administratif sambil klarifikasi berjalan.
Reaksi Warganet
Menariknya, meskipun insiden dianggap kontroversial, dukungan untuk Dini mengalir deras di media sosial. Banyak dari mereka komentar mendukung bahwa tindakan kepala sekolah adalah wujud ketegasan demi menjaga disiplin.
Ilustrasi netizen Indonesia.
"Kepala sekolahnya sudah benar, apalagi siswanya yang sudah kedapatan merokok di area sekolah itu sangat salah, saya dukung kepala sekolah," tulis komentar warganet dalam unggahah media sosial yang membahas kasus ini
"Merokok di lingkungan sekolah adalah ilegal karena sekolah adalah kawasan tanpa rokok, pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi, saya dukung kepala sekolah sudah benar," timpal warganet lainnya,
Walau awalnya dimaksud agar siswa jera dan disiplin, insiden penamparan di SMAN 1 Cimarga justru menciptakan gejolak luas mulai dari aksi mogok siswa, laporan polisi, hingga dukungan massa ke kepala sekolah.
Kasus ini menjadi cermin bahwa dalam dunia pendidikan, tindakan tegas perlu disertai langkah preventif, komunikasi, dan pendekatan yang tidak menimbulkan keretakan kepercayaan.